Fenomena ‘Koyo’, Ikan Mabuk di Ranu Klakah Dijual Murah

Ikan mabuk yang dijual dengan harga murah. (*) 
Lumajang, Motim - Fenomena koyo kembali terjadi di Ranu Klakah Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah, Rabu (17/7). Akibatnya, ikan yang dibudidaya di sana mabuk dan harus dipanen lebih cepat. Kemudian dijual dengan harga yang murah.

Ikan yang mabuk itu harus segera dipanen, agar pemiliknya, tidak mengalami kerugian yang lebih banyak. Kemudian mereka menjualnya sangat murah dari biasanya, mulai dari Rp 15 ribu perkilogram.

Rohmad, salahsatu warga setempat menjelaskan, fenomena ini terjadi sejak malam hari. Fenomena ini bukan kali pertama terjadi di ranu tersebut. “Pada pagi hari, masih sedikit ikan yang mabuk, namun kemudian lebih banyak lagi,” ucapnya.

Jika tidak segera diambil atau dipanen, ikan juga akan mati di ranu tersebut. Sehingga tidak ada pilihan bagi para pemilik budidaya di sana untuk memanen ikannya. “Terpaksa harus dipanen,” kata dia.

Keterangan dari Dinas Perikanan Lumajang, dalam istilah inggris fenomena ini disebut ‘upwelling’. Yakni adanya gerakan naiknya massa air danau. Hal ini mengakibatkan suhu menurun. Sehingga ikan di sana pun mengalami suhu yang berbeda.

Dengan harga yang murah ini, banyak warga yang kemudian datang berbondong-bondong ke lokasi. Mereka berebut ikan murah. Karena jika dibandingkan harga di normal di pasaran sangat jauh. Bisa lebih murah 2 kali lipat.

“Kesempatan ini, murah sekali,” Farhan, salahsatu pembeli.

Warga lain, Abdul menegaskan, fenomena ini terjadi karena naiknya belerang yang berada di dasar danau ke permukaan. Dampaknya, ikan pun teracuni oleh belerang tersebut. Fenomena tersebut biasanya juga sebagai penanda datangnya musim kemarau. (fit)