Gaungkan Anti Narkoba di Kumbolo dan Puncak Semeru

Tim BNNK Lumajang di Ranu Kumbolo. (*)
Lumajang, Motim - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang terus gencar mensosialisasikan gerakan anti narkoba. Bahkan BNNK Lumajang menggaukannya hingga ke Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru atau dikenal Mahameru.

Akhir pekan lalu, sebanyak 12 personil melakukan pendakian ke sana. Pendakian ini juga khusus dilakukan untuk memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2019 yang jatuh setiap 26 Juni.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasie Rehabilitasi BNNK Lumajang, Nunung Purna Wisuda Wati, S.KM menceritakan pengalaman bersama rekan-rekannya dalam pendakian itu. Dari 12 personil yang berangkat itu, tidak semuanya menuju ke puncak.

“Ada 4 yang sampai di puncak, 1 sampai di Kalimati, sisanya sampai di Ranu Kumbolo,” ucapnya pada Memo Timur, Rabu (3/7).

Ketika sampai di puncak dan Ranu Kumbolo mereka pun langsung membentangkan spanduk di sana. ‘Menggapai Puncak Tanpa Narkoba: Lumajang Kota Wisata Bukan Kota Narkoba’ begitu isi pesan dalam spanduk itu.

“Kalau muncak pakai narkoba tentu tidak bisa. Kita harus dalam kondisi ekstra. Kalau tidak bisa nyemplung. Harus fit,” ujarnya.

Kebetulan, Nunung hanya melakukan pendakian sampai di Ranu Kumbolo saja. Ia mengaku butuh waktu sekitar 5 untuk sampai di sana. “Kita dari Ranu Pani ke Ranu Kumbolo itu 5 jam,” tegas dia.

Saat melakukan pendakian, memang sangat banyak jumlah pendaki yang bersamaan dengan rombongannya saat itu. Karena saat ini bebarengan denga masa liburan, sehingga jumlah pendaki dari berbagai daerah meningkat.

“Ramai di sana. Kita nunggu untuk breafing saja satu jam lebih,” jelasnya.

Ia juga mengajak semuanya untuk mendaki ke Ranu Kumbolo ataupun ke puncak. Apalagi saat ini, ada fenomena embun es di sana karena saking dinginnya. Sebuah fenomena yang menurutnya sangat langka.

“Silahkan ke Ranu Kumbolo. Jauhi dan lawan narkoba,” pungkasnya. (cho/fit)