Harga Ayam Anjlok, Peternak Kecil Kosongkan Kandang

Lumajang, Motim - Sejumlah peternak kecil di Lumajang memilih mengosongkan kandangnya untuk sementara waktu. Ini merupakan imbas anjloknya harga ayam potong broiler di tingkat peternak. Mereka tak mau rugi banyak. Sehingga libur sementara sambil menunggu harga normal kembali.


Mujazin, salah satu peternak mengaku, sudah 2 periode ini dirinya mengosongkan kandangnya. Satu periode sekitar 30 hari. Sebagai peternak mitra, melihat kondisi harga saat ini, Ia terpaksa berhenti bekerjasama untuk sementara.

Peternak di Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe itu menyebut, kondisi harga yang tidak bagus ini terjadi beberapa bulan terakhir. Namun saat ini merupakan harga terparah menurutnya. Yakni Rp 8 ribu perkilogram di tingkat peternak.

“Sebelumnya sudah turun di kisaran Rp 18 ribu, paling murah ya Rp 16 ribu. Tapi sekarang Lumajang harganya hancur,” ucapnya, Senin (1/7).

Sejumlah peternak kecil lainnya, kata dia, juga mengalami nasib sama dengan dirinya. Hasil panen sudah dirasakannya sejak 2018 lalu. Namun saat itu, dirinya masih bertahan. Karena masih ada keuntungan yang didapat meski tidak maksimal.

“Kalau sekarang banyak peternak yang libur. Mulai tahun 2018 peternak hasilnya tidak maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, alasan anjloknya harga dipengerahui beberapa faktor. Diantaranya pasca Ramadhan dan lebaran, permintaan di pasaran juga menurun. Sedangkan stok ayam begitu berlimpah.

“Hasil panen juga tidak maksimal karena harga pakan juga semakin mahal. Sehingga berpengaruh pada keuntungan,” ujar dia.

Sebelumnya, dalam satu periode, kandangnya mampu menampung 6 ribu ekor ayam. Saat ini, Ia pun harus beralih ke usaha lainnya untuk sementara. Sambil menunggu dan berharap harga kembali normal.

“Kita harap pemerintah bisa menstabilkan harga ayam dan pakan ternak,” harapnya.

Menurut Mujazin, peternak yang masih bertahan saat ini adalah para peternak besar. Karena mereka memiliki modal besar. Sambil menunggu harga normal, mereka tetap menjalankan roda bisnisnya meski harga tidak bagus.

“Rata-rata yang bertahan adalah yang memiliki modal besar,” pungkasnya.

Sementara Dinas Pertanian Lumajang saat dikonfirmasi terkait ini, masih belum bisa memberikan keterangan lebih banyak. Karena belum ada laporan yang masuk terkait kondisi harga di tingkat peternak itu.

“Yang kita pantau harga daging ayam,” kata Kepala Dinas Pertanian Lumajang, Imam Suryadi.

Mendengar informasi dari Memo Timur, Ia pun akan segera mengecek kondisi harga di tingkat peternak tersebut. Sehingga bisa dilakukan tindakan selanjutnya. “Kita belum tahu, kita cek dulu,” kata Imam.

Meski harga ayam potong sangat murah, namun untuk harga daging ayam broiler di pasaran terpantau relatif stabil dalam sebulan terakhir. Saat ini di kisaran Rp 25 ribu perkilogram di tingkat konsumen. (fit)