Hingga Juli 2019, Ada 14 Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Bimbangan Teknis PPT-PPA. (*)
Lumajang, Motim - Kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Lumajang belum bisa diatasi secara maksimal. Bahkan setiap tahunnya, jumlah kasus ini disebut-sebut cenderung mengalami peningkatan. Untuk itu perlindungan pada perempuan dan anak perlu lebih digalakkan.

Data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPT-PPA) Lumajang, di tahun ini hingga Juli, ada 14 kasus. Diantaranya 3 kasus sekerasan dalam rumah tangga, 3 kasus pemerkosaan, 3 kasus perebutan hak asuh anak, 4 kasus penelantaran anak dan rumah tangga, serta 1 kasus penganiayaan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Lumajang Yos Sudarso menegaskan, bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak, untuk setiap tahunnya cenderung mengalami peningkata. Mulai kekerasan yang berupa fisik maupun tindakan pelecehan seksual.

"Untuk menyikapi kondisi itu, memang sangat dibutuhkan adanya penanganan serius yang melibatkan semua pihak, baik pemerintah masyarakat umum agar bisa merespon cepat apabila menemui kekerasan pada anak di lingkungan sekitarnya," ujarnya saat Bimbingan Teknis PPT-PPA di Gedung Panti PKK Lumajang, Kamis (25/7) pagi.

Pemkab Lumajang juga akan terus berupaya untuk melindungi, dan menanggulangi segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Yos Sudarso juga menegaskan, praktek diskriminasi juga harus dihapuskan.

Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Lumajang Lubna Azizah perlu memberikan pemahaman terkait upaya penanganan dan mekanisme dari sistem pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lumajang. (fit)