Jalur Khusus Selesai, Truk Pasir Dilarang Melintasi Jalan Desa

Jalur khusus tambang. (*) 
Lumajang, Motim - Jalur khusus tambang di kawasan Kecamatan Candipuro dan Pasirian telah selesai dikerjakan. Truk pasir atau armada tambang lainnya pun mulai dilarang melintas di jalan desa. Semuanya wajib melintas di jalan alternatif yang memakan waktu pengerjaan berbulan-bulan itu.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq memutuskan, per 8 Juli 2019, pengusaha tambang maupun sopir truk pasir wajib mematuhi itu. Mereka harus melintas jalur khusus di Gondoruso –Bago itu. Bupati sudah meninjau lokasi, di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Minggu (7/7) lalu.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam menyelesaikan permasalahan jalur tambang pasir tersebut. Dengan adanya jalur ini, juga diharap tak ada portal liar di sejumlah titik jalan desa.

"Kami memastikan portal liar ke depan tidak ada lagi, dan mulai besok jalan alternatif harus di gunakan semua sopir truk pasir, tidak ada yang melewati jalan perkampungan," ujarnya.

Karena saat melakukan peninjauan, bupati masih menemukan portal liar. Jika masih membandel, masalah iu akan diselesaikan oleh pihak kepolisian. "Permasalahan portal liar tersebut akan kami tindak tegas, dan ditertibkan oleh kepolisian," pungkasnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Lumajang, Drs. Basuni menjelaskan, untuk mengatasi portal ini, pihaknya terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. “Permalasahan tarikan portal tidak diperbolehkan lagi. Jika tetap ada, kita proses secara hukum," jelasnya.

Untuk memastikan truk pasir tidak melewati jalan perkampungan, pihaknya sudah menyiapkan pasukannya. Mereka akan mengarahkan para sopir truk pasir agar menggunakan jalan alternatif yang sudah ada. (fit)