Kemarau, 5 Kecamatan Rawan Kebakaran

Kebakaran lahan di Lumajang dua tahun lalu. (*) 
Lumajang, Motim - Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo menyampaikan, ada sejumlah titik rawan kebakaran hutan yang tersebar di 5 kecamatan. Yakni di Candipuro, Pronojiwo, Pasirian, Senduro dan Pasrujambe.

Ia pun menghimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apalagi sesuai dengan informasi BMKG, saat ini sudah memasuki musim kemarau. Diprediksi puncak kemarau akan terjadi hingga September 2019 nanti.

“Kami menghimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, karena pastinya nanti akan berdampak pada rusaknya ekosistem, dan musnahnya flora dan fauna yang hidup di hutan, serta mengganggu kesehatan pernafasan masyarakat di sekitar hutan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla di daerah yang rawan itu, Ia juga telah berkoordinasi dengan Perhutani dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Sehingga nanti bisa cepat dilakukan penanganan lebih lanjut.

Pihaknya juga meminta kepada semua relawan dan desa tangguh bencana (Destana) yang merupakan warga binaannya. Untuk tetap menjalin komunikasi secara intens dan melaporkan kondisi di wilayahnya masing-masing.

“Kami juga melakukan pemantauan bencana melalui satelit. Jika ada informasi sekecil apapun  kami akan siap menindaklanjutinya, dan posko kekeringan BPBD akan disiapkan untuk bergantian piket dalam kesiapsiagaan bencana yang akan terjadi,” ujarnya. (fit)