Kemarau, Harga Cabai Tembus Rp 50 Ribu Perkilogram

Cabai. (*)
Lumajang, Motim - Memasuki musim kemarau, harga cabai mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Bahkan di pasaran harga cabai rawit menembus Rp 50 ribu perkilogram. Dibandingkan sebulan sebelumnya, harganya masih di kisaran Rp 18 ribu.

Kemudian untuk cabai keriting harganya Rp 48 ribu perkilogram, sebulan sebelumnya masih di kisaran Rp 14 ribu per kilogram. Sedangkan cabai biasa saat ini harganya Rp 45 ribu perkilogram, sebulan sebelumnya di kisaran Rp 30 ribu.

Sekretaris Dinas Perdagangan Lumajang, Aziz Fahrurrozi saat dikonfirmasi, membenarkan terkait naiknya harga cabai ini. “Iya, harga cabai melambung akhir-akhir ini,” katanya pada media, Senin (15/7).

Namun pihaknya masih belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab mahalnya harga cabai. Pasalnya kenaikan harga juga bukan hanya terjadi di Lumajuang saja. Namun di darah lain juga sama.

Pihaknya masih akan mencari tahu penyebab naiknya harga. “Dindag akan survey ke beberapa pasar. Apakah harga sudah tinggi dari petani, apa hanya tinggi di tingkat pedagang saja,” ujar dia.

Dari pantauan pihaknya, kenaikan harga yang tidak wajar hanya terjadi pada komoditi cabai saja. Untuk kebutuhan pok yang lainnya, masih stabil harganya. “Ini kita pantau terus, yang lain masih stabil,” ucapnya.

Ditanya apakah ada kemungkinan permainan dari tengkulak, Ia juga masih belum bisa menjawab itu. Namun jika nantinya, memang ada dugaan permainan dari tengkulak, tentu pihaknya akan memberikan peringatan.

“Kalau harganya mahal dari petani tidak apa-apa. Kalau dari tengkulak, kita ingatkan,” tegasnya.

Ia pun menghimbau pada masyarakat saat ini, agar tidak mengkonsumsi cabai terlalu banyak. Kalau bisa menanam sendiri. “Dikurangi konsumsi itu. Bisa juga menanam sendiri di polibek. Ketika cabai melambung tidak resah,” pungkasnya. (fit)