Limbah Pabrik Resahkan Warga, PT. PSI Dapat Peringatan

Mediasi PT. PSI dengan warga. (*)
Lumajang, Motim
PT. Prima Sejahtera International (PSI) mendapat peringatan dari Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Pabrik pengelolaan kayu di Desa Kunir Kidul Kecamatan Kunir itu dinilai tidak mengelola limbah sesuai ketentuan sehingga meresahkan warga di sekitarnya.

Peringatan itu disampaikan langsung oleh bupati saat memediasi PT. PSI dengan perwakilan warga di Ruang Mahameru Kantor Bupati, Kamis (25/7). Selain limbah pabrik yang mencemari lingkungan, warga juga merasa terganggu dengan asap dari pabrik tersebut.

Bupati menegaskan, PT. PSI telah mengabaikan ketentuan aturan yang berlaku. “Saya akan mengeluarkan surat peringatan pertama bagi PT. PSI agar ke depan bisa berbenah,” kata Thoriqul Haq.

Ia memberikan kesempatan waktu selama 20 hari. Terhitung mulai hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 kepada pihak PT. PSI untuk berbenah. Diantaranya terkait pembangunan cerobong asap, pembuangan limbah air dan kebisingan yang disebabkan oleh mesin pabrik.

“Apabila tidak berubah, akan saya keluarkan surat peringatan selanjutnya sampai tiga kali. Apabila tidak bisa berubah, maka PT. PSI akan saya tutup," tegasnya.

Sedangkan, untuk kompensasi terhadap warga yang dirugikan akibat limbah pabrik, akan dimusyawarahkan dengan Forkopimca Kunir, warga dan pihak PT. PSI. Musyawarah digelar di pabrik tersebut.

Thoriq juga meminta Dinas Lingkungan Hidup terus melakukan evaluasi di setiap perusahaan yang ada di Lumajang. " DLH harus terus memantau perkembangan di lapangan apa sudah sesuai aturan atau belum terkait dengan limbah perusahaan," ujarnya. (fit)