Pendaki asal Madura Jatuh di Cemara Tunggal Semeru

Korban saat dievakuasi. (*) 
Lumajang, Motim - Seorang pendaki mengalami pengalaman buruk saat melakukan pendakaian di Gunung Semeru. Pendaki bernama Galuh Cahya Rahbani asal Madura itu jatuh di sekitar Cemara Tunggal. Ia pun mengalami luka cukup parah dan harus dievakuasi.

Proses evakuasi dilakukan sejak Senin (29/7) pagi. Warga Kelurahan Kraton Kecamatan Bangkalan itu terluka di bagian wajah. Kemudian perutnya juga sobek. Sehingga tidak bisa berjalan.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo menyampaikan, korban harus ditandu dari tempat kejadian menuju Pos 3. Kemudian dibonceng motor menuju Pos Ranupane.

“Proses evakuasi selesai sekitar pukul 11.23 WIB,” katanya.

Setelah dilakukan penanganan medis, korban diserahkan kepada orangtuanya. “Kemudian langsung dibawa oleh orangtuanya,” lanjutnya. Korban oleh orangtua dibawa menuju ke Rumah Sakit Sumber Santosa Tumpang-Malang.

Di tempat terpisah, Kapolres Lumajang AKBP M. Arsal Sahban mengatakan korban pendaki telah melanggar himbauan dari pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Karena PVMBG telah mengeluarkan jarak aman dari pendakian, yakni sejauh 2 kilo meter dari bibir kawah Gunung Semeru. Seharusnya para pendaki sudah sangat memahami dengan himbauan ini,” ungkapnya. (fit)