Pengumpulan Zakat Profesi ASN Terus Dioptimalkan Baznas

Koordinasi Baznas dengan UPZ. (*) 

Lumajang, Motim - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang terus megoptimalkan pengumpulan zakat profesi dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Semua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pun dikerahkan untuk menggali potensi zakat itu.

Ketua Baznas Lumajang H. Atok Hasan Sanunusi menegaskan, pihaknya telah memiliki 161 UPZ. Jumlah tersebut tersebar di instansi pemerintah, sekolah, maupun jajaran vertikal. UPZ diminta untuk melakukan pendataan muzakki dari ASN sesuai unit masin-masing.

“Misalkan di salahsatu OPD ada berapa jumlah ASN dan berapa potensi zakatnya,” ujarnya usai malakukan koordinasi dengan UPZ terkait ini di Gedung Panti PKK, Selasa (23/7).

Karena saat ini belum semua ASN membayarkan zakat profesinya sebesar 2,5 persen dari pendapatannya ke Bazanas. Sehingga Bupati Lumajang Thoriqul Haq pun telah mengeluarkan Instruksi Bupati No. 3 Tahun 2019 untuk pengoptimalan zakat dari ASN tersebut.

“Potensinya besar, contohnya ada instansi yang per bulan mengumpulkan zakat Rp 3 juta, padahal bisa Rp 5 juta. Ini yang kita gali. Jadi maksimal antara potensi dengan realisasi,” ucap H. Atok.

Pendataan dari semua UPZ ini paling lambat diselesaikan pada pekan depan. H. Atok berharap semua UPZ bisa menjalankan tugas dengan maksimal. Sehingga target pengumpulan zakat di Lumajang bisa terpenuhi.

“Semakin banyak zakat yang terkumpul, semakin banyak manfaatnya untuk masyarakat Lumajang,” jelas dia.

Dari zakat yang terkumpul ini, para ASN juga bisa mengusulkan orang-orang yang tidak mampu di sekitarnya untuk dibantu. “Jadi nanti melalui zakat yang terkumpul ini, kita serahkan kepada mereka yang membutuhkan,” pungkasnya. (fit)