Permintaan E-KTP Tinggi, Ketersediaan Blangko Terbatas

Pelayanan di Dispendukcapil. (*) 
Lumajang, Motim - Ketersediaan blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispundakcapil) sangat terbatas. Padahal jumlah pemohon E-KTP masih tinggi. Dalam sehari bisa mencapai 300 pemohon.

Jadi bagi masyarakat yang hendak mengurus E-KTP harus bersabar. Karena tidak semuanya bisa langsung mendapatkannya. Untuk sementara, Dispendukcapil memberikan Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti. Seperti diketahui, fungsinya sama dengan E-KTP.

Kepala Dispendukcapil Lumajang Ahmad Taufik Hidayat menjelaskan, jatah blangko E-KTP untuk Lumajang dari pusat memang sangat terbatas. Hanya 500 keping per 2 minggu. Sedangkan kebutuhannya, per hari di kisaran 200-300 keping.

“Jadi bukan habis. Kalau habis berarti tidak ada sama sekali. Ini ada tapi dapatnya sedikit dari Jakarta,” katanya pada Memo Timur, Rabu (3/7).

Ia pun menghimbau pada masyarakat yang mengurus E-KTP untuk bersabar dulu. Karena pencetakannya saat ini harus mengantre. Sesuai per tanggal pengajuan pada Dispendukcapil Lumajang.

Dispenduk juga mengutamakan pencetakan dari para pemohon yang bersifat sangat penting. “Misalnya untuk yang akan operasi, melamar pekerjaan yang pakai KTP. Kalau hanya kepentingan di Lumajang, pakai Suket saja. Sambil menunggu blangko itu,” ucapnya.

Meksi sudah diberikan Suket dan fungsinya sama, namun seperti diketahui masyarakat berharap bisa langsung mendapat E-KTP saat mengurus di sana. “Tapi masyarakat kita memang kurang sreg kalau hanya dapat Suket,” jelasnya.

Taufik menambahkan kondisi seperti ini sudah terjadi setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Karena sebelum itu, permintaan percetakan E-KTP juga sangat tinggi. “Setelah Pilpres langka,” ujar Taufik.

Ia menambahkan, selain blangko E-KTP, untuk kebutuhan yang lainnya tetap normal. Seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan lainnya. “Karena yang lainnya kita bisa pengadaan sendiri,” pungkasnya. (fit)