Polisi Dalami Kematian Pekerja di Area Tambang Pasir PT LJS

Korban saat dibawa ke kamar mayat. (cho)
Lumajang, Motim - Pasca kematian seorang pekerja pasir di area tambang milik PT. Lumajang Jaya Sejahtera (LJS), Unit Reskrim Polsek Candipuro lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Candipuro, AKP Ernowo memimpin langsung proses olah TKP di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro itu.

Polsek Candipuro pun mengamankan barang bukti. Diantaranya batu yang ukurannya cukup besar yang menimpa korban. Kemudian juga mengamankan lokasi kejadian termasuk alat berat eskavator dengan memasang garis polisi.

“Lokasi kejadian sudah saya police line dan tidak ada kegiatan penambangan,” katanya pada Memo Timur, Senin (29/7).

Kapolsek juga menyampaikan, sudah ada 5 orang saksi yang dimintai keterangan atau diperiksa terkait kejadian ini. Diantaranya 4 saksi di lapangan dan 1 orang operator alat berat. Dari beberapa saksi itu, pihaknya berhasil mengumpulkan beberapa keterangan yang saat ini masih didalami.

Rencananya, Minggu depan giliran manajer dari PT. LJS akan dipanggil untuk dimintai keterangan kejadian itu. Termasuk Direktur Utama dari PT LJS. Namun pemanggilan direktur itu setelah pemeriksaan lainnya rampung.

Saat ditanya apakah korban, karyawan PT. LJS, dari keterangan saksi, korban bukan karyawan PT. LJS atau pihak Joint Operation (JO). Melainkan dia adalah pekerja serabutan yang setiap harinya mengais rezeki di area tambang milik PT. LJS.

“Orang ini setiap hari bekerja mengais rezeki di tambang milik LJS,” ungkapnya.

Saat ditanya, alat berat itu milik siapa, kapolsek menyebut milik pihak JO asal Surabaya yang ditunjuk oleh PT. LJS. Terus untuk operator dari alat berat itu adalah anak dari pihak JO itu sendiri. “Apakah dia memiliki izin untuk menjalankan alat berat itu, masih diselidiki,” tuturnya.

Kapolsek juga mengatakan, pihaknya akan mendalami kasus kecelakaan kerja ini. Apakah sudah sesuai dengan undang-undang yang mengatur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pihak dari LJS sendiri, hingga saat ini, tidak memberikan santunan pada keluarga korban.

“Yang pasti kasus ini kami usut tuntas. Untuk mengungkap siapa yang harus bertanggungjawab atas kasus kecelakaan kerja ini,” pungkasnya.

Informasinya pihak dari inspektur pertambangan dari Dinas ESDM Jawa Timur telah tiba di Lumajang. Kedatangannya untuk mendalami insiden kecelakaan kerja di area tambang PT. LJS. Namun belum berhasil dikonfirmasi Memo Timur untuk dimintai keterangan. (cho)