Program Asuransi Usaha Tani dan Ternak Belum Maksimal

Pertanian di Lumajang. (*) 
Lumajang, Motim - Program Asuransi Usaha Tani dan Ternak di Lumajang masih belum maksimal. Karena dari catatan Dinas Petanian Lumajang, masih banyak petani atau peternak yang belum mengikuti program tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Lumajang Imam Suryadi menyampaikan, dari 5000 kuota asuransi pertanian yang disediakan, baru sekitar 4000 kuota yang terpenuhi. Padahal menurutnya, akan banyak manfaat yang diterima oleh petani atau peternak melalui program itu.

“Petani akan mendapatkan keringanan, antara lain tentang biaya asuransi yang harus dibayar petani hanya sebesar Rp. 36.000 per hektare. Biaya tersebut lebih rendah dari yang seharusnya dibayarkan, yakni sebesar Rp. 180.000 per hektare,” katanya, Senin (8/7).

Dari asuransi yang dibayar tersebut, jika tanaman di lahan yang diasuransikan itu mengalami kerusakan atau gagal, mereka akan mendapat ganti rugi yang lumayan. Ganti rugi sebesar 70 persen atau senilai Rp. 6.000.000.

Sementara untuk peternakan, pemerintah sudah menyediakan asuransi untuk usaha hewan ternak khusus sapi dan kerbau. Ada 6000 kuota yang disediakan, namun saat ini masih terpenuhi sekitar 500 saja.

Para peternak juga akan mendapatkan keringanan biaya apabila mengikuti asuransi tersebut. Peternak hanya diwajibkan membayar Rp. 40.000 per ekor, dari yang seharunya dibayar Rp. 200.000 per ekor. Sisa dari beban biaya tersebut akan dibayar oleh Kementrian Pertanian RI.

“Adapun untuk klaim asuransi, para peternak akan mendapatkan sekitar Rp. 7.000.000 apabila hewan ternak hilang, dan Rp. 10.000.000 apabila hewan ternaknya mati,” ucapnya. (fit)