Program Seragam Gratis yang 'Tidak Gratis', Wali Murid Masih Bayar Ratusan Ribu

Janji bupati saat debat Pilkada. (*) 
Lumajang, Motim - Tahun ajaran baru 2019/2020 sudah dimulai. Wali murid harus merogoh uang untuk membayar ke sekolah. Salahsatunya untuk seragam. Meskipun sebenarnya ada Program Seragam Gratis. Namun program itu, nyatanya tidak benar-benar gratis.

Temuan Memo Timur di lapangan, ada salahsatu sekolah melalui komite yang menarik biaya seragam hingga Rp 700 ribu. Jumlah itu diantaranya untuk membayar seragam olahraga, batik, dan juga rompi.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Lumajang tidak menanggung semua kebutuhan seragam. Jadi untuk yang lainnya, wali murid masih harus bayar hingga ratusan ribu. Masing-masing sekolah, nominal yang harus dibayar berbeda.

Pemkab Lumajang hanya menanggung seragam merah/putih dan pramuka untuk SD, biru/putih dan pramuka untuk SMP, hijau/putih dan pramuka untuk MI, biru/putih dan pramuka untuk MTS, serta abu-abu/putih dan pramuka untuk MA.

Kondisi seperti ini pun dikeluhkan sebagian wali murid. Tak sedikit yang kecewa dengan janji Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Thoriqul Haq - Indah Amperawati soal progam seragam gratis itu.

"Katanya seragam gratis, ternyata tetap bayar," kata salahsatu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Lanjutnya, dirinya tergolong keluarga yang pas-pasan. Namun anaknya berhasil masuk di SMP favorit. Demi anaknya, Ia sudah membayar kepada sekolah untuk seragam atau lainnya."Untuk seragam Rp 700 ribu, ditambah biaya lain-lain sehingga totalnya Rp 1,7 juta," ucapnya.

Jumlah tersebut, menurutnya sesuai hasil rapat bersama komite. Namun anehnya, saat rapat tidak disebutkan apakah boleh mencicil dan bagi yang tidak mampu apakah boleh menyerahkan surat keterangan.

"Setelah bayar, setelah anak mulai sekolah, baru diumumkan boleh dicicil hingga Desember 2019. Bagi keluarga yang minta keringanan, boleh menyertakan surat keterangan tidak mampu," ujarnya.

Sementara seragam gratis dari pemerintah, berupa kain putih-biru dan pramuka masih belum dibagikan. Ia juga tidak tahu kapan kain tersebut akan dibagikan. Saat ini, untuk sementara, sesuai aturan dari sekolah, pakai seragam SD dulu.

"Namun saat MOS, disuruh pakai baju putih-hitam, Karena tidak punya, akhirnya beli," ujar dia.

Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan Lumajang Drs. Siswanto, MM dikonfirmasi Memo Timur menegakan, masih belum mengetahui kapan kepastian seragam gratis itu dibagikan."Mohon maaf mas, saya belum tahu kabar terkini," ucapnya, Kamis (18/7).

Namun menurutnya, saat ini proses pengadaan seragam gratis sudah dilaksanakan. Selanjutnya, akan dibagikan ke sekolah tentunya. "Proses pengadaan sudah dan siap didistribusikan," pungkasnya.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati sebelumnya sempat menyampaikan, seragam gratis secepatnya harus dibagikan oleh Dinas Pendidikan. Ia menegaskan, di pertengahan Juli 2019 ini, seragam itu sudah harus dibagikan. Karena tahun ajaran baru sudah dimulai.

“Anak-anak di pertengahan Juli sudah masuk, seragam harus didistribusikan,” katanya kepada puluhan wartawan usai pelantikan dan pengukuhan pejabat baru di Pendopo Arya Wiraraja beberapa waktu lalu.

Sekadar diketahui, CV Mitra Jasa Nusantara sebagai pemenang lelang pengadaan kain seragam putih biru SMP negeri/swasta dan putih abu-abu MA negeri/swasta. Nilainya mencapai Rp 3,4 miliar.

CV. Sekayan Sakti pemenang pengadaan kain seragam putih merah, putih hijau, coklat muda dan coklat tua (pramuka) SD negeri/swasta dan MI negeri/swasta dengan nilai Rp 3,6 miliar. Kemudian pengadaan kain seragam coklat muda (atasan pramuka), coklat tua (bawahan pramuka) SMP negeri/swasta, dan MA negeri/swasta senilai Rp 3,4 miliar masih proses. (cho)