Realisasi Pembangunan di Desa Bence Minim hingga Pajak Tertunggak

Kepala Desa Bence H. Supo. (cho)
Lumajang, Motim - Buntut kasus Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Desa Bence, Kecamatan Kedungjajang yang mencuat di Memo Timur beberapa waktu yang lalu langsung direspon Kepala Desa Bence H. Supo.

Menurutnya, terkait dengan pembangunan di Dusun Kulon Curah dan di Dusun Krajan kenapa dilaksanakan hanya di dua titik, karena aloksi anggaran ADD dan DD di Tahun 2018 hanya mampu diserap sebesar 20 % saja.

"Penyerapannya minim mas, sehingga hanya dua titik itu yang kami bangun, menyeseuaikan dengan penyerapan anggaran," katanya.

Sementara terkait dengan program pipanisasi yang rame di beritakan bahwa program tersebut banyak penyimpangan, itu juga salah, menurutnya proyek tersebut bukan program Pamsimas. Tetapi program kesepakatan antara masyarakat dengan pemerintah desa semata untuk kelancaran proses air bersih. Dan itu berlangsung antara Tahun 2016 atau 2017 yang lalu.

Sementara, untuk program Pamsimas 2018 alokasi anggaran baru dan akan turun di tahun 2019 ini. "Semua bisa dicroscek kebenarannya,"tuturnya.

Ditanya terkait dengan komplain masyarakat terkait minimnya pembangunan di Tahun 2018, dia mengaku masyarakat tidak salah dan hal itu wajar dilakukan. Minimnya pembangunan dikarenakan penyerapan anggaran ADD dan DD yang memang minim.

"Saya akui kalau masyarakat sampai komplain, karena faktanya memang seperti itu Pak, penyerapan anggaranya minim sekali," terangnya.

Didesak soal pembangunan Rabat Beton di Dusun Darungan dengan volume 80x2,5x0,15 M menggunakan Dana Desa (DD) anggaran Tahun 2017 yg baru dikerjakan 60% dan pembangunan gorong-gorong di Dusun Kulon Curah I menggunakan Dana Desa (DD) anggaran Tahun 2018 yang masih 0%.

Kemudian pembangunan plengsengan di Dusun Kulon Curah I menggunakan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun 2018 yang juga masih 0%, pihaknya mengakui akan secepatnya di kerjakan.

"Untuk proyek tersebut akan saya kerjakan secepatnya Pak, memang selama ini masih dalam proses, insyaalah secepatnya itu akan tuntas dikerjakan kok,"ungkapnya.

Yang lebih mengejutkan lagi ketika dia ditanya soal Desa Bence yang nunggak pajak sejumlah bangunan yang telah selesai dikerjakan di Tahun 2017 dan Tahun 2018 diperkirakan mencapai 100 juta pada, dia mengakuinya dan itu belum dibayar karena ada kendala.

"Dalam waktu dekat soal pajak itu akan saya selesaikan, memang kami akui banyak kendala belakangan ini Pak. Yang pasti semuanya segera diselesaikan," pungkas Kades Supo.

Informasi yang berhasil dihimpun Memo Timur, permasalahan ini oleh masyarakat sudah dilaporkan ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Polres Lumajang. Namun Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran SH M.Hum belum bisa konfirmasi terkait laporan tersebut.

Sementara Inspektur Inspektorat Lumajang Hanifah Dyah Ekasiwi, SE saat ditanya soal laporan ini, belum bisa memberikan keterangan lebih banyak. “Belum ada yang bisa disampaikan ya,” katanya pada Memo Timur.

Sebelumnya Inspektorat juga telah melakukan pemeriksaan di desa tersebut. Hanifah menegaskan, memang untuk pemeriksaan di desa dilakukan tiap tahun. “Hasil pemeriksaan ini yang saya belum tahu, harus konfirmasi ke timnya,” ujarnya. (cho/fit)