Semalam 2 Rumah Disantroni Maling, 3 Motor Amblas

Lumajang, Motim - Dalam semalam, 2 rumah warga di Desa Wonoayu Kecamatan Ranuyoso disatroni kawanan maling. Akibatnya 3 motor amblas dibawa kabur pelaku. Polisi yang mendapat laporan ini pun langsung menuju ke lokasi.
Polisi melakukan olah TKP. (cho)
Polisi melakukan olah TKP. (cho)
Sasarannya adalah rumah milik Sayyid (36) di Dusun Darungan dan Jumaati (49) di Dsun Krajan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga kejadian itu bermula dari rumah Sayyid.

Pelaku masuk rumah korban dengan cara merusak jendela. Saat korban tengah tertidur, para pelaku dengan leluasa mengambil 1 motor korban. Bahkan untuk mengantisipasi korban terbangun, tersangka menyiapkan 2 batu bata yang diduga akan dijadikan alat untuk melukai korban.

"Ketika sudah bangun motor sudah tidak ada. Dia lewat jendela," mata Sayyid.

Setelah itu para pelaku yang diduga komplotan yang sama ini juga berhasil membawa kabur 2 kendaraan milik Jumaati, yang tak jauh dari TKP pertama. Modusnya sama, pelaku yang diduga berjumlah lebih dari 5 orang yang masuk rumah korbannya dengan cara mencukit jendela.

Polisi juga menyisir disekitar TKP, dan berhasil menemukan sebilah linggis dan kunci T yang diduga milik tersangka. Polisi juga menduga jika aksi teror pencurian ini dilakukan oleh warga sekitar.

"Saya yakin pelakunya sama, tadi barang buktinya sudah kita temukan juga alat cungkitnya dan ini berdekatan dan juga saya lihat dia memang sudah mentarget 3 motor. Karena rumah ini kan punya 3 motor karena yang satu tidak bisa dihidupkan makanya dia bawa 2 dari rumah ini," kata Kapolres AKBP M. Arsal Sahban.

Ia juga yakin pelakunya cukup banyak dan sudah mempersipakn diri akan membawa 3 motor. "Karena saya yakin dia sudah menggambar lokasi ini dengan sangat baik karena caranya dia masuk dan memahami rumah yang punya banyak dan posisi motornya dia paham disimpan dimana," ucapnya.

Bahkan, kata kapolres, pelaku juga paham jalan keluar yang aman. "Karena dia tidak lewat jalan raya, tapi lewat jalan-jalan kampung, jalan kebon yang dia lewati pasti mereka orang-orang sini juga. Kalau bukan orang Wonoayu sendiri ya orang Jenggrong atau lainnya, yang pasti saya yakin mereka orang Ranuyoso," pungkasnya. (cho)