Tunggakan Pajak Pasir Rp 2 M, 4 Pemilik Izin Enggan Membayar

Tambang pasir di Lumajang. (*)
Lumajang, Motim - Potensi pajak dari tambang pasir masih belum didapat secara maksimal. Pasalnya ada sejumlah pemilik izin yang hingga kini belum melunasi tanggungan pajaknya. Bahkan per Mei 2019, tunggakan pajak pasir menembus Rp 2.194.711.750.

Data yang didapat Memo Timur, tunggakan tersebut termasuk dengan yang di tahun 2018. Nampaknya dari pemilik izin yang menunggak, ada diantaranya yang memang enggan membayar pajaknya hingga saat ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang Hari Susiati, SH saat dikonfirmasi, menyebut ada 4 pemilik izin belum membayar sama sekali. Diantaranya CV. Mutiara Pasir, CV. Ratna Basmalah, CV. Nur Mubarok, dan PT. Lumajang Jaya Sejahtera.

“Belum sama sekali,” katanya pada Memo Timur, Senin (15/7).

PT. Lumajang Jaya Sejahtera memiliki tunggakan Rp 618.525.000 di 2018 dan Rp 442.625.000 di 2019 dengan total Rp. 1.061.150.000. Sementara CV. Mutiara Pasir menunggak Rp 158.937.000 di 2018 dan Rp 149.125.000 di 2019 dengan total Rp 308.062.500.

Kemudian CV. Nur Mubarok memiliki tanggungan Rp 192.493.750 di 2018 dan Rp 67.231.250 di 2019 dengan total Rp 259.725.000. Sedangkan CV. Ratna Basmalah hanya memiliki tunggakan pajak di 2019 sebesar Rp 309.287.500.

Untuk pemilik hutang lainnya, menurutnya sudah memiliki iktikad baik untuk membayar. Meskipun harus dengan cara mencicil. “Sofyanto sudah bayar kemarin Rp 56 juta dan dicicil terus,” kata Susiati.

Sofyanto masih memiliki hutang Rp 142.133.750 di 2018 dan Rp 65.222.500 di 2019 dengan total Rp 207.356.250. Satu lagi yang menunggak adalah CV Alka dengan besaran Rp 31.586.750 pada 2018 dan Rp 17.543.750 pada 2019 dengan total Rp 49.130.500.

Susiati masih belum memberikan keterangan lebih banyak terkait langkah apa yang akan diambil kedepannya untuk mengatasi masalah tunggakan pajak pasir ini. Ia juga masih akan berbicara dengan Bupati Lumajang Thoriqul Haq. “Harus rapat dengan bupati,” jelasnya.

Selanjutnya, dirinya juga akan mengumpulkan para pemilik izin tambang terkait ini. Baru setelah itu, Ia bisa memberikan keterangan lebih lanjut pada media. “Akan ada rapat dengan penambang di Pasirian,” ujarnya. (fit)