Warga Desa Kedungjajang Keluhkan Mahalnya Tarif PDAM

Supardi, salahsatu warga setempat. (cho)
Lumajang, Motim - Warga Desa/Kecamatan Kedungjajang mengeluhkan mahalnya tarif bulanan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Lumajang. Selain pelayanan yang belum maksimal, mata air yang digunakan oleh PDAM juga berasal dari desa setempat.

Supardi, salahsatu warga mengatakan, selama ini Sumber Topo yang berada di Desa Kedungjajang yang digunakan oleh PDAM. Namun warga setempat, tetap membayar tagihan bulan dengan harga normal.

“Kami yang punya sumber air itu, mohom ada keringanan atau subsidi,” katanya pada wartawan, Sabtu (20/7).

Menurutnya, setiap bulan warga rata-rata harus membayar Rp 100 ribu. Jumlah ini dinilai memberatkan oleh warga. Ditambah air tidak selalu mengalir selama 24 jam. Dalam jam-jam tertentu aliran air matir total.

“Bukan 24 jam, tapi dari jam 6 pagi baru nyala, kemdian jam 9 malam mati,” kata dia.

Selain itu, kata dia, terkadang, yang keluar bukan air. Melainkan angin. “Karena pada pagi hari itu, sebelum air keluar, angin dulu yang keluar. Memang air yang keluar itu besar setelah angin itu keluar,” ujarnya.

Selain berharap pada PDAM untuk memberikan subsidi, kepada calon kepala desa yang akan maju dalam Pilkdes mendatang, Ia beraharap bisa mendengar keluhan ini. “Kalau bisa meringankan beban air bersih. Agar mereka bukan hanya sekadar calon, tapi memperjuangkan masyarakat,” pungkasnya. (fit)