Warga Gondoruso Minta Ganti Rugi Lahan Proyek Semeru

Warga Desa Gondoruso menemui bupati. (*)
Lumajang, Motim - Puluhan warga Desa Gondoruso Kecamatan mendatangi Kantor Bupati untuk menemui langsung Thoriqul Haq, Rabu (31/7). Mereka ingin menanyakan langsung soal ganti rugi lahan yang digunakan Proyek Semeru yang kini juga digunakan menjadi jalur khusus tambang.

Perwakilan warga, Darmoko menanyakan lahan yang berada disekitar tanggul yang masih diklaim milik warga. Namun warga tidak bisa menunjukkan bukti kepelikan. Alasannya pada 1976 adanya banjir bondeli sehingga hilang.

“Terdapat tanggul yang sudah diganti rugi namun hanya sekedar bangunannya saja dengan lebar 30 meter dan selebihnya masih punya masyarakat,” katanya.

Lanjutnya, sedangkan dari orang yang punya lahan, dimana lahan tersebut kini digunakan sebagai jalan khusus tambang sebanyak 42 orang. “Kami mohon untuk difasilitasi dengan ukur ulang lahan kami, mengingat di lahan kami masih adanya penerbitan SPPT,” ujarnya.

Sementara Bupati Thoriq menegaskan, jalan tambang adalah bukan jalan pemerintah. Jalan tambang dibangun para pemilik tambang mengingat mereka harus menyediakan sarana dan fasilitas jalan tambang. Supaya tidak melewati perkampungan yang dibangun oleh pemerintah

“Adapun falisitasi pemerintah terkait jalan tambang pasir adalah fasilitasi pemilik tambang dengan Proyek Semeru. Mengingat Proyek Semeru adalah institusi yang dilewati aliran Semeru yang mana Proyek Semeru adalah milik pusat,” ujarnya.

Lanjutnya, secara administratif proses perijinan pertambangan pasir harus ada legalitas dari Proyek Semeru. Apabila tidak ada legalitas maka ijin pasir tidak keluar. “Terkait dengan kepemilikan lahan, Proyek Semeru sudah memberikan data- valid yang sudah legal,” ujarnya.

Bupati pun berupaya mengatasi urusan ini. “Saya selesaikan satu persatu dan kami akan memfasilitasi untuk melakukan pertemuan dengan kepala desa, BPN dan Proyek Semeru,” kata bupati. (fit)