Ada Permintaan 144 Ton Pisang ke Malaysia per Bulan

Pisang Agung. (*)
Lumajang, Motim - Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Lumajang Donny Ananto mengatakan, di tahun ini, Lumajang menjadi salahsatu daerah yang mendukung pasokan yang cukup besar dalam ekspor hasil produksi pertanian dan perkebunan, khususnya agung ke Malaysia.

Ia menegaskan, ada permintaan pisang dari Malaysia cukup tinggi yaitu minimal 2 kontainer atau 36 ton per minggu, atau sekitar 144 ton per bulan. Namun Indonesia masih belum mampu untuk menyediakan pisang sesuai dengan keinginan negara tujuan.

“Namun pasokan pisang yang bisa dipenuhi hanya bisa memenuhi kurang dari 1 kontainer per bulannya,” katanya.

Lanjutnya, sebelumnya, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Karantina Pertanian Jawa Timur bekerja sama dengan pihak eksportir telah mengekspor sekitar 18 ton pisang tanduk atau agung dan 9,8 ton pisang kepok ke Malaysia

Donny juga mengungkapkan, bahwa untuk mendukung kegiatan ekspor pisang agung, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah gencar melakukan aksi gerakan tanam pisang agung bersama petani pisang.

“Sejak bulan November 2018 lalu, kami melakukan aksi gerakan tanam pisang agung. Harapnnya, ke depan petani pisang yang ada di wilayah Kecamatan Senduro, Pasrujambe, Gucialit dan Candipuro, dan Pronojiwo,” ungkapnya.

Donny berharap agar petani pisang di Lumajang bisa bersama-sama untuk mengembangkan komoditas pisang agung, sehingga nantinya Lumajang dapat memenuhi pasokan komoditas pisang yang dibutukan oleh Eksportir. (*/fit)