Ahli Waris dari Petugas Pemilu yang Meninggal Dapat Santunan Rp 36 Juta

KPU menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris. (*)
Lumajang, Motim - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang memberikan santunan kematian kepada ahli waris petugas Pemilu 2019 yang meninggal dunia. Ada 3 ahli waris yang mendapatkan santunan, masing-masing Rp 36 juta.

Santunan itu diserahkan secara simbolis oleh Komisioner KPU pada Jumat (2/8) lalu di Kantor KPU Lumajang. Selanjutnya santunan tersebut akan ditransfer ke rekening bank masing-masing ahli waris.

"Alhamdulillah klir tiga orang ahli waris sudah menerima semua," kata Ketua KPU Lumajang Yuyun Baharita pada Memo Timur, Minggu (4/8).

Yuyun berharap, dana santunan yang diberikan KPU ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pihak ahli waris atau keluarga. Dirinya atas nama KPU juga meminta maaf dan berbelasungkawa atas kematian 3 petugas tersebut.

"Beliau merupakan pahlawan pejuang demokrasi," ujarnya.

Ia juga meminta maaf atas keterlambatan penyerahan dana santunan ini. Karena pencairan dana santunan ini oleh KPU RI. Sehingga bukan Lumajang saja yang diurusi, namun semua daerah.

Tiga petugas yang meninggal itu diantaranya 2 petugas linmas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari dan TPS 24 Desa Pulo Kecamatan Tempeh. Satu lagi adalah petugas di Sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Wonoayu Kecamatan Ranuyoso.

Sebelumnya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah berkunjung ke Lumajang untuk melakukan investigasi atas kematian petugas tersebut. Mereka juga menemui ahli waris untuk menggali informasi. (fit)