BNN Minta DPRD Inisiasi Perda Penanggulangan Narkoba

Kepala BNN Lumajang AKBP Indra Brahmana. (fit)
Lumajang, Motim - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang, AKBP Indra Brahmana menegaskan, pihaknya sudah melakukan upaya maksimal untuk menekan peredaran narkoba. Agar lebih maksimal lagi, Ia juga ingin semua pihak lebih bersinergi mengatasi ini.

Salahsatu upaya yang harus ditempuh, menurutnya Lumajang harus memiliki regulasi mempersempit ruang gerak peredaran narkoba. Peraturan Daerah (Perda) terkait ini harus disusun seperti yang sudah dilakukan daerah lain.

“Perda Fasilitasi Penanggulangan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba harus ada,” kata Indra di Kantor BNNK Lumajang kepada wartawan, Senin (5/8).

Ia pun meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang untuk menginisiasi Perda tersebut. “Yang kita harapkan memang Perda inisiatif,” ucapnya saat ditemui di ruangannya.

Lanjutnya, semua pihak memang harus terlibat untuk persoalan narkoba di Lumajang. Tidak hanya BNN atau pihak kepolisian saja. Untuk itu Perda tersebut perlu ada sebagai payung, agar pihak lainnya bisa lebih banyak ikut terlibat.

“Jangan sampai terganjal, gara-gara tidak ada sinergitas,” ungkap dia.

Selain terus menekan peredaran di Lumajang, upaya menutup akses masuk narkoba itu ke Lumajang juga terus dilakukan. Namun diakuinya, para pelaku nampaknya juga tetap nekat melakukan aksinya.

“Jika bicara sesuatu yang menghasilkan uang yang begitu besar, orang-orang itu nekat. Kita sudah maksimal untuk menutup akses itu,” jelasnya.

Kedepan, BNN dan pihak terkait lainnya akan berusaha lebih keras menutup akses itu dengan sering melakukan razia narkoba di jalan. “Kedepan kita akan melakukan operasi di jalan. Tes urine di jalan,” tegasnya.

Indra manambahkan, pihaknya juga telah sepakat dengan Kapolres AKBP M. Arsal Sahban untuk melakukan pemberantasan dan menutup jaringan. “Kita yang menyuplai informasinya,” pungkasnya. (fit)