Buron Dua Pekan, Pelaku Pembacokan di Sruni Ditangkap

Kapolres saat menjenguk korban dan foto pelaku. (cho)
Lumajang, Motim - Kosnadi (29), warga Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, pelaku pembacokan terhadap Niman (42), warga desa yang sama, akhirnya ditangkap Tim Cobra Polres Lumajang, setelah buron selama 2 pekan lamanya.

Turut diamankan sebuah clurit yang digunakan untuk melukai korban serta baju lengan panjang warna biru dan celana jean. "Kosnadi ditangkap di rumahnya pada Sabtu (24/8) sekira pukul 21.50 Wib,"ungkap Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, SH, S.Hum.

Lanjut Hasran, saat diinterogasi pelaku mengaku tersinggung kepada omongan korban, dimana pada saat Amir Mahmud bertengkar dengan Dulhari, tiba-tiba korban datang sambil berbicara "mak korang ajer alek en kakeh, mak medeng nik Dulhari. Mayuh kakeh mon acarokkah mbik engkok" (kok kurang ajar adikmu berani membacok Dulhari, ayo kamu carok sama saya).

Mendengar tantangan carok, pelaku langsung membacokkan celurit yang dipegangnya ke arah korban. Akibat bacokan pelaku, Niman mengalami luka robek dan patah tulang pada tangan sebelah kanan, luka robek pada atas telinga sebelah kiri, luka robek pada bagian kepala tembus tempurung kepala bagian belakang.

Juga luka robek pada pundak sebelah kanan, luka robek pada lutut dan paha kaki kiri serta luka robek pada siku sebelah kiri. "Kondisinya terus membaik Mas,"ungkapnya lagi.

Saat ditanya apa yang memicu pelaku melakukan pembacokan hingga korban mengalami banyak luka pada tubuhnya, Kasat Hasran mengatakan selain tersinggung dengan omongan korban juga sebelumnya soal permasalahan tanah.

"Keduanya sudah kami tahan di rumah tahanan Polres Lumajang. Untuk kasus ini tidak ada PR lagi, karena pelakunya tertangkap semua,"pungkas Hasran. (cho)