Dianggap Sudah 'Bersihkan' Nama Peradi, Rokhim Terima Jawaban Bupati

Ketua Peradi Lumajang Abdul Rokhim. (fit) 
Lumajang, Motim - Bupati Lumajang Thoriqul Haq telah menyampaikan jawaban atas dugaan pengusiran advokat yang dilakukannya. Jawaban bupati ini sepertinya telah diterima oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Lumajang. Karena dianggap sudah membersihkan nama Peradi.

“Saya melihat beliau (bupati) mengakui tidak merasa mengusir dan tidak pernah punya masalah dengan Peradi. Dan kita anggap itu membersihkan nama kami (Peradi),” kata Ketua Peradi Lumajang Abdul Rokhim SH M.Si pada Memo Timur, Rabu (7/8).

Ia menegaskan, karena tugas Peradi adalah menjaga marwah organisasi dan kehormatan advokat. Dengan jawaban bupati itu, nampaknya bisa melegakan pihaknya. “Setidaknya kami sudah dalam kondisi nyaman saat ini,” ucapnya.

Sementara terkait laporan dugaan pencemeran nama baik ke Polres Lumajang, akan tetap disikapi secara profesional. Ia menegaskan, untuk perkara itu bukan atas nama Peradi. Namun Basuki Rakhmad secara pribadi selaku pelapor dengan Bupati Thoriq sebagai terlapor.

“Kebetulan yang bersangkutan bekerja sebagai advokat. Pelapor anggota kami dan kami wajib mendampingi secara profesi,” ucapnya.

Karena menurutnya, Basuki Rakhmad alias Okik sudah menyerahkan masalah ini pada anggota Peradi sebagai kuasa hukum. “Kami secara maksimal harus menegakkan hukum dan keadilan pada beliau,” ucap Rokhim.

Sekali lagi Ia menegaskan, meskipun yang terlibat ini adalah anggota Peradi, namun yang berpekara bukan atas nama organisasi Peradi. “Tapi anggota Peradi sebagai kuasa hukumnya Pak Okik,” jelasnya.

Menyikapi ada dua advokat yang sama-sama anggota Peradi berada di kubu terlapor, menurutnya itu juga bukan masalah. Karena anggota harus tetap bekerja maksimal dan harus membedakan mana kepentingan organisasi dan pekerjaan sebagai advokat.

“Jadi di sini harus dipisahkan, antara hajatan organisasi dengan hajatan pekerjaan anggota organisasi. Jadi kawan-kawan Peradi yang mendampingi dalam rangka menjalankan tugas sebagai advokat bukan sebagai anggota Peradi atau kepentingan pribadi, tapi kepentingan kliennya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, jika dalam perkara ini tidak ada istilah Peradi melawan Peradi. “Yang ada anggota Peradi menjalankan profesi sebagai pengacara masing-masing,” pungkasnya. (fit)