Dilaporkan ke Polisi, Bupati Ancam Lapor Balik

Bupati Lumajang Thoriqul Haq. (fit) 
Lumajang, Motim - Bupati Lumajang, Thoriqul Haq akhirnya angkat bicara soal insiden pengusiran advokat yang berbuntut pelaporan ke Polres Lumajang. Ia siap menghadapi laporan itu. Bahkan Ia akan melaporkan balik Basuki Rakhmad selaku pelapor, jika nanti laporan itu tidak terbukti.

Kepada media, bupati menegaskan, baru membaca laporan itu, Senin (5/8) malam. “Saya pahami bahwa pihak pelapor merasa dicemarkan nama baiknya. Dengan persepsi Saya menyebar luaskan (vidio) dalam media sosial,” katanya saat jumpa pers di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (6/8).

Thoriq tidak merasa menyebar luaskan konten vidio tentang pertemuan dirinya dengan warga yang saat itu dihadiri juga oleh Basuki Rakhmad alias Okik. Dalam video itu, ada insiden bupati yang meminta Okik selaku kuasa hukum warga, untuk keluar ruangan.

Bupati yang merasa dirinya tidak bersalah, meminta Okik untuk tidak mencabut laporannya di kepolisian. Ia ingin laporan itu diproses hingga tuntas. “Biarkan hingga selesai sampai proses penyidikan,” ujarnya.

“Jika tidak ada fakta hukum yang membuktikan bahwa pelapor memiliki dasar hukum yang kuat, maka bisa menjadi langkah hukum sebaliknya. Karena ini sudah diuji oleh pihak penyidik,” lanjutnya.

Bupati tak segan melaporkan balik pihak pelapor jika tak terbukti, karena laporan ini banyak merugikan dirinya. “Berarti pelapor melakukan fitnah dan pencemaran nama baik, laporan palsu dan kebohongan,” kata dia.

Terkait video tersebut, Ia menegaskan tidak ada satupun akun media sosial yang Ia kelola secara pribadi menyebar luaskan video itu. “Mulai dari facebook, twitter, kemudian instagram, fanspage (facebook), dan youtube,” katanya.

Sementara pelapor sendiri, dalam laporan tersebut mengacu pada video yang diunggah oleh saluran youtube Lumajang TV. Ia menegaskan, jika itu bukan akun miliknya atau akun yang dikelola oleh Pemkab Lumajang.

“Kalau ditanya itu akun Saya, tentu tidak. Saya punya akun sendiri youtube dengan konten yang Saya seleksi. Lumajang TV punya siapa? Ya tanya ke youtuber. Saya tidak menjadi bagian, apakah pengedit atau apa,” tuturnya.

Terkait dugaan pengusiran advokat di ruangan Mahameru pada waktu lalu, Ia menyebut itu bukan pengusiran. Karena bupati tidak merasa mengusir. Ia hanya ingin pertemuannya dengan warga itu tanpa ada pihak manapun di tengahnya.

“Saya berkeinginan masyarakat langsung menyampaikan aspirasi tanpa melalui pihak manapun. Jika ada pihak lain, Saya minta keluar dulu. Bukan melakukan hal-hal untuk menghalangi tugas fungsi (profesi) masing-masing,” ucap bupati.

Thoriq memberikan contoh, jika dalam proses penyidikan, pihak kuasa tidak menjadi bagian dari orang yang ditanya untuk mendapat keterangan. “Orang yang disidik KPK itu, kuasa hukumnya duduk di lobi. Nanti setelah itu didampingi lagi oleh kuasa hukumnya,” jelasnya.

Ia berharap, proses hukum yang ada saat ini bisa berjalan sebagaimana mestinya. Serta keputusannya bisa jelas. “Semua tuduhan itu, bagi Saya kedepannya harus terang benderang,” pungkas bupati. (fit)