Jual Beli Motor Bodong di Facebook Diungkap Tim Cobra

Pelaku saat diinterogasi Kapolres Lumajang. (cho) 
Lumajang, Motim - Praktik jual beli sepeda motor bodong yang biasa di sebut motor SO (STNK Only) melalui sosial media facebook, berhasil diungkap oleh Tim Cobra Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang pada Kamis (1/8).

Tim Cobra meringkus seorang pemuda bernama Alfi Fajar bin Tiram (25) warga Desa/Kecamatan Yosowilangun, lengkap dengan 1 unit sepeda motor jenis Kawasaki Ninja 250cc yang ditawarkannya.

"Dia ditangkap di tepi Jalan Raya depan Toko Alfamart Desa Yosowilangun berikut sepeda motor Ninja Putih tahun 2013 yang ditawarkannya itu,"kata Kapolres AKBP DR. Arsal Sahban, SH SIK MM MH.

Kapolres juga menuturkan tersangka mengaku mendapatkan motor tersebut dari seseorang yang tak ia kenal. Ia mengaku mengenal penjual motor tersebut dari facebook jual beli motor di jember. Transaksinya berlangsung di wilayah Kecamatan Gumukmas, Jember seharga 12 juta Rupiah.

"Transaksinya kata dia sekitar bulan Mei 2019 kemarin. Harga pasaran motor bekas jenis Ninja itu berkisar antara 24-28 juta Rupiah,"tuturnya.

Kapolres juga menyampaikan jika dirinya ingin menghapus stigma Lumajang sebagai kota Begal . "Kami ingin menghapus stigma kota begal. Makanya kami turunkan tim Cobra untuk selalu patroli cyber untuk mengungkap jaringan penjualan motor bodong STNK Only di media sosial itu,"terangnya.

Masih kata Kopolres pihaknya terus akan melakukan lidik terkait kasus ini bertujuan menangkap seluruh pelaku yang memperjualbelikan motor STNK Only, karena dibalik motor bodong yang dijual sangat murah, terdapat warga yang terluka dan trauma juga ada yang meninggal dunia karena ulah begal.

"Kasus ini masih dalam proses lidik semoga segera mengungkap jaringan penjual motor STNK Only itu," tegasnya.

Secara terpisah Kasat Reskrim AKP Hasran, SH, M.Hum selaku Ketua Tim Cobra menambahkan di social media facebook pelaku menggunakan nama Ulfa dan memasang display picture seorang perempuan yang ia ambil dari internet, untuk menutupi identitas aslinya.

Sesuai Undang Undang yang berlaku, tersangka dapat dikenai pasal 480 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, karena terbukti sebagai penadah barang hasil kejahatan criminal dan diancam kurungan penjara maksimal selama 4 tahun.

”Pelaku sudah kami amankan di rumah tahanan Polres Lumajang. Kasus ini terus didalami guna mengungkap jaringannya,"tambah Hasran. (cho)