Kades Sentul jadi Korban Umi Salma, Rp 4,5 Miliar Lenyap

Kepala Desa Sentul Didik (baju putih) bersama kapolres. (cho) 
Lumajang, Motim - Tergiur bunga 3 persen, Kepala Desa Sentul Kecamatan Kumbersuko Didik juga menjadi korban dari bos investasi bodong Umi Salma. Ia menyerahkan aset kekayaannya hingga Rp 4,5 miliar ke Umi Salma yang kini meringkuk di rumah tahanan Polres Lumajang.

Menurut Didik, Umi Salma menggadaikan aset-aset miliknya. Diantaranya sertifikat rumah, dimana sertifikat terdiri dari 3 buah bangunan rumah. Yakni rumah milik Didik dan 2 rumah milik keluarganya. Rumah tersebut digadaikan ke Bank BRI Lumajang senilai Rp 1 miliar.

Kemudian 3 BPKB bis milik Didik di jaminkan oleh Umi Salma ke Koperasi Canbara dengan nilai Rp 400 juta. Lalu BPKB 1 unit mobil Avansa dijaminkan ke Bank KIK dengan nilai Rp 125 juta. Terakhir 1 BPKB bis dijaminkan ke Bank Danamon dengan nilai Rp 100 juta dan 1 lagi BPKB bis dijaminkan di Malang.

“Aset saya dipinjam oleh tersangka untuk dijaminkan di Bank karena jika Umi Salma yang meminjam uang bisa mendapat uang lebih banyak dengan alih untuk membeli usaha kos-kosan dan saya di janjikan mendapat bunga 3 persen dari uang pinjaman dari bank,” jelasnya, Sabtu (24/8).

“Bahkan saya sudah mendapat pemberitahuan dari bank bahwa rumah saya akan disita,” tambahnya. Didik pun terancam harus pindah rumah karena pihak bank akan melakukan pelelangan terkait aset rumah yang ditempatinya.

Sementara Kapolres Lumajang AKBP M. Arsal Sahban mengungkapkan, pihaknya terus mendalami kasus ini. “Semakin saya dalami kasus ini, maka muncul lagi satu persatu permasalahan lain terkait jejak penipuan Umi salma kepada para korbannya,” jelasnya. (cho)