Kasus Kematian Pekerja di Tambang PT LJS Masih Diselidiki Polisi

Kasat Reskrim AKP Hasran. (cho) 
Lumajang, Motim - Kasus kecelakaan kerja yang menyebabkan pekerja pasir meninggal akibat tertimpa batu yang jatuh dari Excavator di area lokasi tambang milik PT Lumajang Jaya Sejahtera (LJS) pada akhir bulan lalu masih dalam proses penyelidikan.

"Tinggal nunggu satu tahapan lagi untuk menentukan apakah kasus ini layak untuk dinaikkan ke proses penyidikan,"tutur Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, SH, M.Hum.

Untuk melengkapinya, dalam minggu pihaknya akan melakukan koordinasi dan pembahasan dengan ahli pertambangan di Jawa Timur.

"Nunggu hasil koordinasi dan pembahasan bersama ahli tambang. Yang pasti ada pelanggaran disana Mas,"jelasnya.

Seperti diketahui, seorang pekerja pasir bernama Sukor (51), warga Dusun Krajan, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro tewas dengan kondisi luka dan patah tulang pada kaki kanan dan kiri. Serta luka memar pada bagian punggung bawah sebelah kiri.

Korban tewas setelah tertimpa beberapa batu yang jatuh dari atas Eskavator saat ditumpahkan ke atas penyaringan atau ayakan pasir. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (26/7) lalu, sekira pukul 16.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi bermula saat korban meratakan pasir di atas truck di lokasi kejadian saat truck mengisi pasir menggunakan Eskavator. Pada saat Eskavator menumpahkan pasir ke penyaringan alias ayakan, beberapa batu cukup besar terpental dan jatuh mengenai korban.

Melihat kejadian itu pekerja pasir yang lain terus menolong korban dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Pasirian (RSUP) berharap segera mendapat pertolongan medis. Karena luka yang dialami korban tergolong parah, beberapa jam kemudian korban meninggal dunia. (cho)