Kekeringan Berlanjut, BPBD Terus Suplai Air Bersih

Suplai air bersih oleh BPBD. (*)
Lumajang, Motim - Di musim kemarau, bencana kekeringan di Lumajang terus berlanjut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang terus melakukan suplai air bersih ke wilayah yang terdampak. Setiap hari suplai dilakukan ke desa-desa yang krisis air bersih.

“Iya masih berlanjut,” kata Kepala Kesiapsiaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo pada Memo Timur, Senin (12/8).

Setiap suplai air bersih yang dilakukan oleh BPBD, terlihat warga selalu rela mengantre untuk mendapatkan air guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mereka membawa timba, jerigen, dan bak untuk mendapatkan air tersebut.

Data dari BPBD Lumajang, bencana tahunan di tiap musim kemarau ini, selalu melanda sejumlah kecamatan di Lumajang. Ada 2 ribu lebih Kepala Keluarga (KK) di sana yang terdampak. Mereka kesuliltan air bersih setiap hari.

Suplai air bersih dilakukan di 42 dusun di 18 desa yang kesulitan air bersih. Jumlah tersebut tersebar di 6 kecamatan. Yakni Kecamatan Randuagung, Klakah, Ranuyoso, Kedungjajang, Padang, dan Gucialit.

Di Kecamatan Ranuyoso, di Sumberpetung, Jenggrong, dan Wonoayu. Kecamatan Klakah, di Desa Tegalciut, Sawaran Lor, Kebonan, dan Papringan. Kecamatan Kedungjajang, di Desa Bence, Krasak, dan Bandaran.

Untuk Kecamatan Padang, di Desa Barat, Kalisemut, dan Merakan. Kecamatan Gucialit, di Desa Gucialit, Pakel, dan Dadapan. Sedangkan di Randuagung, di Desa Salak dan Gedangmas. Keseluruhan ada 2.607 KK yang terdampak dengan total 9.413 jiwa.

Selain 18 desa itu, ada kekeringan di 4 desa lainnya. Tapi hal itu mampu ditangani sendiri oleh pihak desa masing-masing. BPBD hanya memberikan pinjaman truk tangki kepada desa tersebut. (fit)