Masalah Tanah, 2 Warga Desa Sruni Dibacok

Kondisi salah satu korban saat di rumah sakit. (cho)
Lumajang, Motim - Diduga karena permasalahan tanah, dua petani masing-masing bernama Kusnadi (28) dan Amir (22), warga Dusun Sentono, Desa Sruni Kecamatan Klakah, nekat menganiaya Dulhari (62) dan Niman (42) warga desa yang sama, menggunakan senjata tajam.

Akibat kemarahan kedua pelaku, Dulhari mengalami luka robek pada bibir hingga telinga, luka pada bagian pinggang tembus pada paru-paru.

Sedang Niman mengalami luka robek dan patah tulang pada tangan sebelah kanan, luka robek pada atas telinga sebelah kiri, luka robek pada bagian kepala tembus tempurung kepala bagian belakang, luka robek pada pundak kanan, luka robek pada lutut dan paha kaki kiri serta luka robek pada siku kiri.

Saat ini kedua korban sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang. Kondisi keduanya sudah membaik.

"Peristiwa ini terjadi pada Senin (12/8) sekira pukul 16.00 Wib,"kata Kanit Reskrim Polsek Klakah Bripka Hadi Saputra, SH mendampingi Kapolsek AKP M. Sidik, SH.

Aksi penganiayaan yang dilakukan kedua pelaku secara bersama-sama bermula pada Sabtu kemarin sore iti kedua pelaku datang ke rumah korban.
Salahsatu pelaku berhasil diamankan. (cho)
Sesampai di halaman rumah korban, kedua pelaku ditemui oleh korban bernama Dulhari. Tanpa banyak bicara pelaku bernama Kusnadi langsung menganiaya korban menggunakan sajam.

Melihat itu Niman mendekat ke lokasi kejadian bermaksud untuk melerai. Namun, pelaku bernama Amir terus menghampiri Niman langsung menganiayanya.

Usai melakukan penganiayaan bersama-sama itu, kedua pelaku melarikan diri. Sedang kedua korban ditolong kerabatnya dibantu warga lalu dibawa ke RSUD.

"Keterangan sementara, aksi penganiayaan ini terjadi karena permasalahan tanah. Namun masih kami dalami," terangnya.

Saat ditanya apakah kedua tertangkap Kanit Reskrim Polsek Klakah menuturkan untuk sementara satu pelaku berhasil ditangkap Tim Cobra Polres Lumajang bernama Amir.

Satu pelaku lagi masih dalam pengejaran. Dipastikan tidak lama lagi tertangkap."Amir masih menjalani proses pemeriksaan Mas," jelasnya. (cho)