Merasa Mampu, Banyak Penerima PKH Mengundurkan Diri

Salahsatu penerima PKH yang mengundurkan diri. (*)
Lumajang, Motim - Keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Lumajang nampaknya mulai banyak yang mengundurkan diri. Mereka sudah merasa mampu sehingga merasa tidak berhak menerima bantuan tersebut.

Seperti di Kecamatan Kunir misalnya, dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, tercatat sudah ada 21 KPM yang telah mengundurkan diri. “Rata-rata yang mundur itu karena sudah merasa mampu,” kata Imron Ghozali, salahsatu Pendamping PKH di Kecamatan Kunir, Kamis (15/8).

Lanjutnya, KPM yang sudah mundur itu, saat ini sudah memiliki usaha sendiri. Ataupun ada yang menjadi pekerja dan sudah memiliki pendapatan yang dinilai sudah cukup. Sehingga mereka berani menolak bantuan itu lagi.

Imron menjelaskan, ada 2 macam graduasi dalam PKH. Yakni graduasi mandiri dan graduasi sejahtera. Graduasi mandiri adalah kondisi penerima PKH yang belum sepenuhnya mampu namun sudah merasa tidak butuh bantuan tersebut.

Sementara graduasi sejahtera, adalah pendampingan yang dilakukan kepada penerima untuk menjalankan usaha hingga sukses. “Ada dana dari PKH yang kita bantukan, ketika omzet usaha sudah dinilai lumayan, maka bantuan itu dihentikan,” katanya.

Selain Kecamatan Kunir, Ia menyebut di kecamatan lainnya juga banyak KPM yang mengundurkan diri. Di Kecamatan Tekung misalnya, di bulan ini, ada 11 peserta dari kelompok KPM di Dusun Darungan Desa Wonosari yang telah mengundurkan diri. (fit)