Mirwannudin Dimutasi, Komandan Banser Anggap Persoalan Selesai

Pelantikan dan Pengukuhan Pejabat Pemkab Lumajang. (fit)
Lumajang, Motim - Kasubag Pemberitaan Humas Pemkab Lumajang Mirwannudin dimutasi dari tempatnya bertugas saat ini. Tepat sehari sebelumnya, namanya menjadi sorotan lantaran komentarnya di facebook yang bikin Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tersinggung.

Terkait komentarnya itu, Ia telah meminta maaf pada Gerakan Pemuda Ansor Lumajang dan membuat surat pernyataan. Namun namanya tetap ikut dalam daftar ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Lumajang yang dimutasi, Selasa (27/8) di Pendopo Arya Wiraraja.

Mirwannudin akan mendapat jabatan baru sebagai Kepala Seksi Bina Potensi Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang. Usai pelantikan dan pengukuhan, Ia nampak tetap seperti biasanya menyapa awak media.

Ia juga mengaku pemindahan dirinya ini, tidak ada sangkut pautnya dengan komentarnya di facebook. Dirinya juga tidak mendapat sanksi apapun dari Pemkab Lumajang. “Pangkat dan jabatan saya tetap,” katanya.

Sementara Bupati Lumajang Thoriqul Haq yang juga sebagai Komandan Banser Lumajang, nampaknya sudah menganggap selesai persoalan ini. “Sudah selesai, sudah minta maaf,” katanya pada wartawan.

Sebagai bupati, Thoriq juga tidak memberikan Mirwannudin sanksi selaku ASN. Menurutnya itu urusan pribadi dalam bermedia sosial. “Tidak ada sanksi. Itu urusan dia bermedia sosial,” ujarnya.

Soal adanya mutasi pada yang bersangkutan, bupati menegaskan, jika yang dipindah bukan hanya Mirwan saja. Pemindahan tugas yang dilakukan ini berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan oleh pihaknya.

“Karena masing-masing harus menyesuaikan, dengan evaluasi yang ada,” katanya.

Ia juga memastikan evaluasi yang dilakukan ini sudah sesuai. Dengan menempatkan masing-masing ASN di tempat yang sesuai dengan kualifikasinya. Kemudian kenapa ditempatkan di Satpol PP, bupati menyebut Mirwan sudah memiliki pengalaman di bidang itu.

“Karena beliau dulu di Kesbangpol kemudian di Satpol PP perlu penempatan orang-orang yang mengetahui tentang kebangsaan, tentang sosialisasi aturan dan seterusnya,” pungkasnya. (fit)