Pembacokan di Desa Sruni, Polisi Buru Satu Pelaku yang Kabur

Tersangka saat diinterogasi (cho).
Lumajang, Motim - Aksi pembacokan pada bapak dan menantunya di Desa Sruni, Kecamatan Klakah, pada Senin (12/8) kemarin sore akhirnya menemukan titik terang.

Apalagi satu pelaku bernama Amir Mahmud, berhasil diringkus oleh Tim Cobra Polres Lumajang beberapa jam setelah kejadian berdarah itu. Kini polisi masih memburu satu orang pelaku lagi bernama Kusnadi.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, SH, M.Hum menyampaikan saat ini pihaknya sudah berhasil mengamankan Amir Mahmud (23), warga yang sama. Dia ditangkap di salah satu rumah saudaranya yang terletak di Desa/ Kecamatan Klakah, beberapa jam setelah kejadian.

Setelah sempat melarikan diri pasca membacok dua tetangganya sendiri, yakni Niman dan Dulhari. Kepada penyidik Amir mengaku nekat melakukan aksi pembacokan ini lantaran permasalahan sengketa tanah.

Selain persoalan sengketa lahan antara keluarganya pelaku dengan keluarga korban. Pihaknya masih akan mendalami dugaan motif lainya dari aksi pembacokan ini.

Atas dasar pengungkapan awal tersebut, masih menurut AKP Hasran, pihaknya berharap, agar keluarga korban untuk bisa menahan diri, agar tidak bergerak sendiri dalam melakukan aksi balas dendam.

"Saya berharap keluarga korban untuk menahan diri, jangan main Hakim sendiri, percayakan penanganan kasus ini kepada kami selaku Tim Cobra, akan kami ungkap secara gamblang," tutur Ketua Tim Cobra, AKP Hasran.

Disinggung terkait dengan motif, untuk sementara sesuai keterangan dari korban diduga kuat bermula dari persoalan sengketa lahan yang sudah lama dilaporkan ke Polisi.

"Hidup atau mati sekalipun, satu pelaku yang kini kabur harus bisa diungkap oleh Tim Cobra," jelasnya.

Secara terpisah Kapolres Lumajang, AKBP M. Arsal Sahban, SH, SIK menambahkan akan terus melakukan pengejaran kepada satu terduga tersangka yang identitasnya sudah dikantongi, "Kami akan terus memburu terduga pelaku yang satunya lagi itu," ungkapnya.

Disinggung soal keterangan pelaku yang tidak sesuai dengan pengakuan korban berkaitan dengan motif dari aksi pembacokan itu, kapolres mengaku masih akan terus mendalaminya.

"Memang ada dua keterangan yang berbeda baik dari korban maupun pelaku, ini tugas kita untuk mengurainya dan dalam waktu dekat ini akan segera kita lakukan pendalaman optimal," jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, diduga karena permasalahan tanah, dua petani masing-masing bernama Kusniadi (28) dan Amir (25), warga Dusun Sentono, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, nekat menganiaya Dulhari (62) dan Niman (42) warga yang sama menggunakan senjata tajam. (cho)