Pijar Keadilan: Setoran Mutiara Halim ke Pemkab sejak 2008 Tidak Jelas Peruntukannya

Ketua Pijar Keadilan menunjukkan surat pengaduan. (*)
Lumajang, Motim - Kerjasama Operasional (KSO) Pemkab Lumajang dengan PT. Mutiara Halim untuk penarikan pajak pasir memang telah dihentikan Per 5 Juli 2019. Namun setoran ke Pemkab sejak 2008 hingga 2019 itu mendapat sorotan dari LSM Pijar Keadilan.

Pijar Keadilan menyebut, setoran Mutiara Halim tiap tahun yang berkisar Rp 1 miliar itu tidak jelas peruntukannya. Alasannya Pemkab memasukkan setoran itu dalam pos pendapatan lain-lain, bukan pajak.

“Itu kan pajak, kok dimasukkan pada pos pendapatan lain-lain yang tidak ada dasar hukumnya,” kata Ketua LSM Pijar Keadilan H. Achmad Dasuki Ismail SH pada Memo Timur, Jumat (23/8).

Ia menambahkan, berbeda dengan pajak, pendapatan lain-lain itu bisa sewaktu-waktu dicairkan oleh Pemkab. “Misalnya hari ini dapat setoran, hari ini juga bisa dicairkan oleh Pemkab,” ujarnya.

Secara runtun Dasuki menceritakan, awalnya pada 2004, KSO dimulai dengan CV. Mutira Halim yang ditandatangani Sekda saat itu, Endro Prapto Ariyadi. Kemudian KSO disempurnakan pada 2005 dengan PT. Mutiara Halim yang ditandatangani Bupati Achmad Fauzi.

Dalam perkembangannya, ketika masa kepemimpinan berganti ke Bupati Sjahrazad Masdar, KSO itu dicabut. Pencabutan itu ditandai dengan surat nomor 180/1317/427.1/2008 kepada PT Mutiara Halim.

“Pemkab Lumajang menyatakan tidak akan menerima setoran pajak dari PT. Mutiara Halim yang pertahunnya kurang lebih Rp 1 miliar,” ujarnya.

Meski begitu, kata Dasuki, PT Mutira Halim tetap menyetor ke Pemkab Lumajang melaui Bank Jatim. Setoran itulah yang kemudian oleh Pemkab dimasukkan dalam pos pendapatan lain-lain, bukan pajak.

Terkait permasalahan ini, Pijar Keadilan melayangkan surat pengaduan ke Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada 14 Agustus lalu. Pihaknya meminta setoran pajak pasir dari PT. Mutiara Halim sejak 2008 hingga 2019 itu diaudit penggunaannya.

“Karena diduga ada penyalahgunaan dana setoran tersebut oleh pejabat terkait,” pungkasnya. (cho/fit)