Polemik Pengelolaan Wisata di Gunung Lemongan

Kawasan Gunung Lemongan. (*) 
Lumajang, Motim - Belakangan ini kawasan Gunung Lemongan mulai dikelola sebagai objek wisata. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ‘Sekar Lemongan’ disebut yang mengelolah wisata di sana. Hal ini yang kemudian disoroti oleh Laskar Hijau.

Seperti diketahui, sudah 10 tahun lebih Laskar Hijau konsisten untuk melakukan penghijauan di kawasan Gunung Lemongan. Karena kondisi alam kawasan di sana sebelumnya mengkhawatirkan dan perlu ada upaya pelestarian.

Koordinator Laskar Hijau A'ak Abdullah Al-Kudus menyebut, pihaknya tetap akan konsisten dengan gerakan selama ini. Yakni melakukan konservasi di kawasan Gunung Lemongan. Karena ketika fokus dijadikan objek wisata, dikhawatirkan bisa banyak mengubah kelestarian yang ada.

“Pariwisata itu hanya bonus saja. Kalau banyak yang berkunjung ke sana juga oke,” katanya pada Memo Timur, Kamis (1/8).

Justru pihaknya sejak 2016 lalu telah mengusulkan kawasan ini menjadi Geo Park. Bukan menjadi objek wisata pada umumnya. “Usulan kita Geo Park. Syarat utamanya lingkungan itu harus lestari,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan ada pihak yang selama ini tidak ikut berjuang untuk memulihkan dan menjaga Gunung Lemongan, namun tiba-tiba mau mengambil keuntungan melalui pengelolaan wisata.

“Bahasanya kita bukan menolak atau menerima, tapi orang-orang ini tidak pernah ikut (penghijauan), tapi mau cari untung,” jelasnya.

Sebelumnya, tidak ada tiket masuk untuk ke sana. Bahkan pendaki yang ingin menuju ke puncak bisa melakukan pendakian secara gratis. Pendaki hanya perlu membayar jasa penitipan kendaraan pada warga.

“Sekarang ada tiket masuk, sebesar Rp 10 ribu,” katanya.

Bahkan, yang membutnya tersinggung adalah dari hasil tiket itu ada yang menyebut sebagian untuk Laskar Hijau. “Ada yang bilang per tiket kita dapat Rp 2.500. Tapi kita gak pernah menerima. Kalau pun ada, kita gak mau. Konsepnya sudah salah,” pungkasnya. (fit)