Praktik Prostitusi Masih Ada di Kawasan Bebekan

Sejumlah PSK ditangkap petugas. (*) 
Lumajang, Motim - Akhir Juni lalu, bangunan di Eks Lokalisasi Bebekan Desa Kabuaran Kecamatan Kunir telah dibongkar. Namun nampaknya praktik prostitusi belum lenyap di sana. Ada sejumlah warung di kawasan tersebut diduga menjadi tempat Pekerja Seks Komersial (PSK) melayani tamunya.

Pada Senin (19/8), petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang kembali melakukan razia di sana. Hal ini untuk memastikan kawasan tersebut benar-benar bebas dari aktifitas prostitusi. Nyatanya petugas berhasil mengamankan sejumlah PSK.

Kepala Bidang Penegak Peraturan Daerah Satpol PP Lumajang, Didik BS menegaskan, ada 9 perempuan yang diduga sebagai PSK diamankan oleh petugas. Kemudian 3 orang penjual kopi dan juga 2 orang pembeli.

Petugas pun membawa orang-orang tersebut ke Kantor Satpol PP. Mereka diperiksa oleh petugas. “Mereka kita minta keterangan,” katanya.

Lanjutnya mereka yang diamankan itu, ada sebagian diantaranya adalah warga luar Lumajang. Namun tidak semuanya bisa menunjukkan identitas diri. “Ada yang tidak bawa KTP,” kata Didik.

Setelah dilakukan pemeriksaan kepada mereka, Didik menegaskan, pihaknya akan mempulangkan mereka ke rumah asalnya. Dari PSK yang telah diamankan itu, nampaknya ada sejumlah wajah lama yang kembali lagi.

“Dari pengakuan petugas kami, ada yang hafal, sebagian wajah lama,” ujarnya.

Selain ke eks lokalisasi Bebekan, petugas sebelumnya melakukan razia ke eks lokalisasi Dolog di Kecamatan Sumbersuko. Namun di sana, tidak ditemui adanya aktifitas prostitusi. “Kami tidak maksimal di sana, apa karena bocor atau apa,” katanya. (fit)