Ratusan Korban Investasi Bodong Temui Umi Salma di Polres

Korban investasi bodong menemui tersangka. (*) 
Lumajang, Motim - Polres Lumajang memberikan kesempatan ratusan korban investasi bodong untuk menemui tersangka Umi Salma, Selasa (20/8). Dalam kesempatan itu, banyak korban tak terbendung emosinya, meminta pertanggungjawaban langsung kepada tersangka.

Banyak korban menghujat Umi Salma. Salah satunya Lathifa. Karena dirinya menjadi ketua dari 200 orang anggota. Dan uang yang ditabungkan ke Umi Salma hingga saat ini tidak dapat dicairkan.

Akibat ulah Umi Salma, Ia mengaku jadi sasaran amuka anggota, karena dianggap yang melakukan penipuan. Bahkan Ia empat diancam akan dibunuh jika tidak bisa mencairkan dana tabungan itu.

“Anggota saya kan banyak yang kerja di Pasar, nah mereka menagih uangnya kepada saya untuk sewa lapak. Karena tidak bisa membayar uang sewa lapak, lapak mereka dirampas sedangkan mereka mengancam balik ke saya kalau tidak bisa mengembalikan uang tersebut maka saya akan dibunuh. Trus kalau begini nasib saya bagaimana” katanya.

Sementara Kapolres Lumajang AKBP M. Arsal Sahban mengungkapkan, korban investasi bodong ini lebih dari 1.500 orang. “Kami masih terus lakukan pendataan berapa jumlah sebenarnya. Dengan tertangkapnya Umi Salma pasti akan datang lagi korban-korban lainnya untuk mengadu,” ujarnya.

Dengan kejadian ini, Ia pun menghimbau masyarakat agar jangan mudah tergiur dengan modus-modus penipuan yang mengatasnamakan investasi. “Perlu diketahui bila ada kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dan atau menyalurkan dana kepada masyarakat melalui pinjaman maka yang dapat melakukan hanya dalam bentuk Bank atau Koperasi,” ucapnya.

Karena, kata dia, Bank itu tunduk kepada aturan OJK. “Sedangkan kalau koperasi tunduk kepada aturan daei kementerian koperasi. Pastikan apakah mereka memiliki legalitas dari OJK atau dari Kementerian Koperasi, kalau tidak maka model investasi tersebut ilegal,” pungkasnya. (cho/fit)