Semalam 3 Bondet Meledak di Desa Bence

Kondisi salahsatu rumah yang jadi sasaran. (cho) 
Lumajang, Motim - Warga Desa Bence, Kecamatan Kedungjajang, mendadak gempar. Pasalnya, rumah Samito (54), warga setempat dilempar bondet orang tak dikenal mengenai pintu utama tembus kedal m ruang tamu pada Senin (26/8) sekira pukul 02.30 Wib.

Akibat ledakan bondet itu, daun pintu utama rumah korban berlubang dan kaca lemari yang terletak di ruang tengah pecah.

"Tidak ada korban jiwa. Hanya daun pintu rusak berlubang dan kaca lemari pecah,"tutur Kapolsek Kedungjajanng AKP Sugianto, SH.

Hasil proses olah tempat kejadian perkara diamankan beberapa barang diduga terkait bondet berupa 4 buah batu ukuran kecil, 3 buah kayu dan kapas ada bekas bubuk missiu atau black power alias bahan peledak. "Sudah kami amankan,"katanya.

Lanjut Kapolsek Kedungjajang, sekira pukul 03.00 Wib, teror bondet juga menimpa Tirap (55), warga Dusun Krajan, Desa Krasak, Kecamatan yang sama.

Rumah korban dilempar bondet orang tak dikenal sebanyak dua kali. Lemparan pertama mengenai kaca rumah bagian depan. Tapi, tidak meledak. Lemparam bondet kedua mengenai tiang rumah korban dan meledak.

Dari lokasi diamankan 1 buah busi bekas, 4 buah batu ukuran kecil, 3 buah plastik diduga bungkus bondet dan 1 buah botol pocari sweat diduga bondet yang tidak meledak.

"Barang bukti botol pocari sweet diduga bondet tidak meledak sudah dibawa ke lapangan tembak Polsek Klakah untuk diledakkan oleh Tim Cobra,"ucapnya.

Pada pukul 03.35 Wib, pelemparan bondet oramh tak dikenal juga terjadi di rumah Nur Hakim (38), warga Dusun Kebonan, Desa Krasak juga Kecamatan yang sama mengenai kaca jendela bagian depan.

Saat dilakukan proses olah tempat kejadian perkara ditemukan barang diduga isi dari bondet berupa 4 buah batu ukuran kecil, 3 buah baut dan sampah plastik dan kertas bekas bungkus bondet.

"Beberapa barang yang berhasil diamankan dari tigas lokasi sudah kami amankan untuk dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim,"ungkapnya.

Ditanya soal teror bondet kemungkinan terkait dengan proses pelaksanaan pemilihan kepala desa yang akan digelar secara serentak di 158 desa pada bulan Desember 2019 mendatang, AKP Sugianto menuturkan masih dalam proses penyelidikan dibackup Tim Cobra.

"Pemilihan Kepala Desa ( Pilkades) masih jauh. Ketiga korban dimata masyarakat biasa-biasa saja juga tidak ada kecurigaan yang lain. Doakan semoga cepat terungkap,"pungkasnya. (cho)