Stik Ubi dari Jambearum Terima Pesanan hingga Luar Negeri

Produk stik ubi dari Lumajang. (*) 
Lumajang, Motim  - Ada satu lagi usaha kecil menengah di Lumajang yang memiliki potensi besar. Usaha stik ubi yang diproduksi di Desa Jambearum Kecamatan Pasrujambe sudah banyak diminati. Bahkan sudah banjir pesanan, bukan hanya di Lumajang dan luar daerah. Namun hingga luar negeri.

Koordinator Paguyuban A2 Crew Suka Duka, Erfan Winaris mengaku, usaha ini baru dirintis bersama paguyubannya sekitar 3 minggu yang lalu. Namun Ia tak menyangka, produk yang dihasilkan diminati dan banyak permintaan.

“Kita sudah ke berbagai daerah, seperti Malang dan Bali. Juga kirim ke luar negeri, ke Hongkong dan Singapura,” katanya pada Memo Timur, Selasa (6/8).

Sementara di Lumajang, dirinya saat ini fokus untuk menyuplai di warung kopi serta pusat oleh-oleh. Stik ubi yang diproduksi ini banyak diminati, karena khusus di Lumajang belum ada sebelumnya.

“Belum ada sebelumnya, kita pertama di Lumajang,” katanya.

Apalagi, produk yang Ia hasilkan rasanya original. Sehingga tidak bikin lidah bosan merasakannya. “Kita sudah berkali-kali melakukan uji coba produksi, hingga akhirnya kita percaya diri memasarkan produk ini,” ucapnya.

Dalam usaha ini, saat ini sudah ada 6 orang yang terlibat dalam proses produksi. Dalam sehari, Ia mengaku mampu memproduksi 35 kilogram ubi. “Jadi prosesnya bisa seharian, melewati beberapa tahapan demi kualitas produk yang bagus,” ujarnya.

Untuk membuat produk yang diberi nama Van’s Stik itu, Ia mengaku menggunakan modal pribadi. Erfan bersama teman-temannya nekat membuat usaha tersebut, karena sebelumnya Ia hanya menjual ubi dan tidak laku.

“Awalnya saya dagang ubi, ubi tidak laku akhirnya kita olah jadi stik itu,” terangnya.

Lanjutnya, semua proses produksi dari awal hingga pengemasan serta pemasaran dilakukan sendiri oleh mereka. Stik ubi itu dikemas 150 gram per bungkus. Dengan harga yang terjangkau, Rp 10 ribu.

Ia menambahkan, dengan usaha ini dapat mengurangi angka pengangguran. Selanjutnya jika usaha tersebut lebih berkembang, tentu akan banyak lagi tenaga kerja yang akan diserap. Saya juga berharap dukungan dari pemerintah untuk mengembangkan usaha ini,” pungkasnya. (fit)