Tren Peredaran Narkoba Disebut Bergeser ke Kos-kosan

Talk Show di Aula BNN Lumajang. (fit)
Lumajang, Motim - Relawan anti narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Zainul Arifin menyebut, ada pergeseran peredaran narkoba di Lumajang. Dari sebelumnya di tempat karaoke kini bergeser ke kos-kosan.

Menurutnya pembatasan jam tempat karaoke menjadi penyebabnya. Sehingga kemudian kos-kosan yang menjadi tempat baru untuk peredaran barang haram itu. Ia berani menyebut itu, karena terbukti pihak kepolisian banyak menangkap pelaku di tempat kosnya.

“Beberapa kali Kapolres menggerebek di kos,” katanya dalam Acara Desiminasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN) Talk Show ‘Ayo Lawan Narkoba’ di Aula BNN Kabupaten Lumajang, Senin (5/8).

Hal yang membuatnya miris adalah, ketika ada penggerebekan pengedar narkoba di tempat kos yang berada di Jl. A Yani beberapa waktu lalu. Karena tempat itu berada di kawasan kota dan tak jauh dari Batalyon 527.

“Ini di dekat markas TNI, lebih dari 1000 butir yang diamankan. Ini di kawasan kota,” ucapnya.

Untuk mengatasi peredaran narkoba di Lumajang, menurutnya memang harus lebih banyak upaya pencegahan. Dalam pencegahan ini, peran pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat sangatlah perlu.

“Salahsatunya harus memiliki Perda mengenai P4GN, minila Perbup,” ujarnya.

Lanjutnya, peredaran narkoba juga marak di desa-desa. Untuk itu Satgas Kemanan Desa yang dibentuk, bisa juga dikerahkan untuk menekan peredaran itu. Kemudian kegiatan kepemudaan di desa juga harus lebih digalakkan.

“Karangtaruna itu harus lebih aktif. Saat ini kan karang tarunan ada, tapi seperti hidup enggan mati tak mau,” jelasnya. (fit)