Umi Salma Juga Tipu Bos Showroom Malang, 9 Mobil Raib

Sidqi pemilik 9 unit mobil saat menemui Umi Salma dan kedua anaknya di depan Kapolres. (cho)
Lumajang, Motim - Hasil pemeriksaan lanjutan penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang terhadap pelaku investasi bodong Umi Salma (51) warga Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko, berhasil mengungkap jika sebelumnya pelaku pernah menipu Sidqi (59), warga Blimbing Kota Malang.

Sebanyak 9 unit mobil berbagai merk milik Sidqi  yang ada di showroomnya yang terletak di jalan Ahmad Yani Utara No 39 Kota Malang amblas dijual oleh Umi Salma. "Akibat tipu daya Umi Salma, Pak Sidqi mengaku mengalami kerugian sekitar 1 miliar lebih," ucap Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, SH, M.Hum.

Dalam pengakuan korban, dirinya terbuai bujuk rayu dan janji-janji manis Umi Salmah hingga dirinya melepas sembilan mobil dagangan yang ada di showroomnya lengkap dengan STNK serta BPKB. Dalam proses pembayaran beberapa mobil itu, ternyata Umi Salmah pun menjanjikan
kepada korban akan dibayar sehabis panen tebu.

Korban mengaku curiga terhadap korban saat diajak Umi Salmah dan anaknya ke perumahan di Kompleks  Sawojajar, Malang Kota, beberapa bulan yang lalu dan akan diberikan sebuah rumah sebagai jaminan.

Karena curiga, diam-diam korban mencari informasi tentang rumah yang dijanjikan Umi Salma tersebut. Ternyata rumah itu bukan milik Umi Salmah.

Benar saja, setelah batas waktu pembayaran mobil yang telah disepakati, Umi Salmah dan kedua anaknya memghilang. Handphonenya pun langsung tidak bisa dihubungi. Bahkan setelah melacak ke 9 mobil yang pernah ia miliki, ternyata keseluruhan mobil tersebut telah dijual dengan harga dibawah rata rata.

Sebanyak 9 unit mobil milik Sidqi yang dijual Umi Salma antara lain mobil Honda Jazz RS, Honda Yaris, Toyota Avanza, Kijang Innova 2008, Kijang Inova 2010, Honda Brio, Kijang Krista, Daihatsu Taruna dan Suzuki Karimun."Itu data mobil milik Pak Sidqi yang amblas dijual Umi Salma,"kata Hasran.

Lanjut Hasran, keluarga Umi Salma sendiri tak luput dari tipu dayanya seperti yang dialami Nur Kholis (26) yang  tak lain anak dari adik kandung Umi Salma.  Nur Kholis mengaku tertipu Umi Salma sebesar Rp. 100 juta uang hasil menjual mobilnya.

Menurut Nur Kholis, awalnya pelaku datang ke rumahnya berniat pinjam uang. Karena merasa kasihan, korban yang tak lain keponakannya sendiri akhirnya menyerahkan uang penjualan mobilnya itu kepada pelaku.  Dan pelaku sendiri menjanjikan sebidang tanah berisi sengon albasia sebagai jaminan atas hutangnya.

"Kata Nur Kholis, jangankan uangnya bisa kembali. Sebidang tanah yang dijanjikan sebagai jaminan itu ternyata sudah dibuat jaminan di bank Mandiri sebesar 200 juta,"tuturnya.

Masih kata Hasran, kasus ini semakin kompleks dengan keterlibatan  kedua anaknya yang bernama Rosyidi (28) dan Amin (24) yang ikut serta melakukan berbagai macam penipuan. Korban tipu daya Umi Salma bersama kedua anaknya itu tidak hanya berasal dari Kabupaten Lumajang saja, melainkan juga berasal Kota Malang, Surabaya juga Grobogan Jawa Tengah.

Dalam kasus ini Tim Cobra terus menelusuri apakah benar bahwa Umi Salma memang tak memiliki asset yang berharga lagi untuk mengembalikan kerugian para korban. "Pengakuan Umi Salma hasil tipu-tipu itu dibuat tutup lubang,"terang Hasran. (cho)