Umi Salma Resmi Dilaporkan Ke Polisi

Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban. (cho) 
Lumajang, Motim - CV. Permata Bunda yang diketuai oleh Umi Salma (50), warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, dilaporkan ke Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang. Karena, diduga telah melakukan investasi bodong.

Kabarnya, Umi Salma menghilang dari rumahnya dengan membawa kabur uang investasi ratusan nasabah dari beberapa Kecamatan dan jumlahnya diperkirakan mencapai 500 Milyar Rupiah. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan Tim Cobra Sat Reskrim Polres Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR. Arsal Sahban, SH, S.IK, MM, MH menuturkan, sistem kerja dari CV Permata Bunda sendiri berawal membentuk ketua grup sekitar 135 orang dan masing-masing ketua beranggotakan sekitar 90 orang.

Kepada para nasabah, ketua menawarkan dua pilihan, apakah mau ikut Tabungan Hari Raya (Tahara) atau Tabungan Pribadi (Tapri). Untuk tabungan Tahara, para nasabah akan mendapatkan gula sebanyak 5 Kg pada setiap kelipatan 1 Juta.

Seandainya nasabah memiliki tabungan kelipatan 5 Juta, makaakan mendapatkan 25 Kg gula. Dan masing-masing ketua akan mendapatkan 100 ribu perkelipatan 10 Juta dari Investasi para anggotanya. Hal inilah yang membuat para ketua semangat mencari anggota baru.

Hasilnya, oleh para ketua disetorkan ke Umi Salma selaku pengelola CV. Permata dan dicatat dimasing-masing buku para nasabah.”Rata-rata anggota yang ikut Tahara maupun Tapri sudah saling kenal. Ada yang petani, komunitas pengajian juga pasar,”katanya.

Pihaknya belum bisa memastikan jumlah uang nasabah yang digelapkan oleh pengelola CV Permata Bunda tersebut, karena perkara ini masih dalam proses penyelidikan. Namun, berdasarkan keterangan dari sejumlah ketua yang melapor jumlah uang nasabah yang digelapkan diperkirakan mencapai 500 Milyar.

“Ketika uangnya tidak cair, para anggotanya terus menagih pada ketuanya. Tidak ada pilihan bagi ketuanya lalu melaporkan perkara yang dialaminya ke Polres Lumajang dan sudah kami tangani,”ungkapnya.

Komandan Tim Cobra ini juga meminta kepada pengelola CV Permata Bunda untuk segera menyerahkan diri, untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. Karena cepat atau lambat Tim Cobra akan mengetahui rumah yang dijadikan sebagai tempat persembunyian lalu menangkapnya. “Menyerah itu akan lebih baik,”pungkasnya.

Secara terpisah Kasat Reskrim AKP Hasran, SH, M.Hum menambahkan, dugaan investasi bodong CV. Permata Bunda sudah ditangani. Apabila dalam proses penyelidikan nanti terbukti bersalah, maka perbuatannya akan dijerat dengan Undang-undang perbankan dipidana hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Jika terbukti bersalah, baik pengelola CV Permata Bunda maupun yang bekerja dibalik CV Permata Bunda sama-sama dijerat Undang-undang Perbankan,” tegas Hasran. (cho)