350 'Mlijo' Dapat Pinjaman Tanpa Bunga

Lumajang, Motim - Bupati Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Indah Amperawati genap satu tahun memimpin Lumajang, Selasa (24/9). Di tanggal dan bulan yang sama, pada 2018 keduanya dilantik Gubernur Jawa Timur sebelumnya, Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya.
Bupati berdialog dengan penerima pinjaman
Bupati berdialog dengan penerima pinjaman
Selama satu tahun, dari 20 program janji, sebagian sudah ditepati. Salah satunya Program Pinjaman Tanpa Bunga dan Jaminan. Bupati menegaskan, program tersebut untuk pedagang kecil, khususnya pedagang sayur keliling atau lebih dikenal dengan sebutan mlijo.

Saat ini sudah ada 350 mlijo yang telah mendapat pinjaman. Setiap mlijo mendapat pinjaman sebesar Rp 1 juta. Mereka harus mengangsur pinjaman itu dalam jangka waktu satu tahun.

“Jadi ini pinjaman khusus bagi pedagang yang sangat kecil,” kata Thoriq dalam acara Satu Tahun Mengabdi Cak Thoriq dan Bunda Indah di depan Pendopo Arya Wiraraja.

Ia berharap pinjaman yang diberikan, bisa membantu mereka untuk mengembangkan usahanya. “Itu merupakan komitmen kita dalam meningkatkan usaha pedagang kecil,” lanjutnya.

Pinjaman ini dikoordinir oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM). Bagi pedagang kecil yang ingin mengajukan pinjaman, bisa datang langsung ke sana.

Sejauh ini memang Pemkab hanya memberikan pinjaman sebesar Rp 1 juta saja. “Untuk pedagang yang ingin pinjaman lebih besar, kita sarankan pinjam KUR (Kredit Usaha Rakyat) di perbankan,” jelasnya.

Bupati mengingatkan, bagi penerima pinjaman untuk tetap mengangsur pinjaman tersebut. “Ojok lali mbayar yo rek,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinkop dan UKM Lumajang, Abdul Majid menjelaskan, saat ini pihaknya menganggarkan Rp 1,2 miliar untuk program ini. Bahkan ada rencana tambahan anggaran. “Kita ada tambahan Rp 700 juta,” ujarnya.

Dalam program ini, bupati dan wabup mengingatkan Dinkop agar lebih mempermudah persyaratan dan mekanisme. Tidak perlu proses birokrasi yang panjang. “Tidak perlu bikin proposal, tidak usah melalui saya, langsung ke Dinkop,” kata bupati.

Indah menambahkan, tentu mlijo akan kesulitan jika harus bikin proposal untuk mengajukan pinjaman. “Bisa diganti dengan ngisi formulir,” katanya.

Salah satu pedagang, mengaku senang atas pinjaman ini. Karena bisa menambah modal mereka untuk berjualan. “Terimakasih Cak Thoriq dan Bunda Indah,” ungkapnya. (fit)