Baznas Ajak ASN Jihad Sejahterakan Masyarakat

Lumajang, Motim - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang, H. Atok Hasan Sanusi mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berjihad melalui zakat. Karena melalui zakat yang dibayarkan, artinya mereka juga berjihad untuk mensejahterakan masyarakat.
Ngopi Bareng Baznas Lumajang
Ngopi Bareng Baznas Lumajang
“Kita berjuang untuk mensejahterakan masyarakat,” katanya dalam acara Ngopi Bareng untuk Optimalisasi Zakat, Infaq, dan Sodaqoh di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang, Kamis (19/9).

Lanjut H. Atok, zakat itu juga sama dengan ibadah sholat. Karena ada dalil yang menyebut seperti itu. “Perintah zakat ini berbanding lurus dengan perintah sholat. Karena perintah sholat ini yang utama. Jadi zakat juga demikian,” ucapnya.

“Karena kadang-kadang, orang-orang itu menganggap zakat adalah hal yang sepele,” tambahnya di hadapan para undangan yang dihadiri Wakil Bupati, Indah Amperawati, kepala dinas, camat, Kepala SMP/SMA Negeri, dan undangan lainnya.

H. Atok juga menyebut, ada banyak arti zakat, baik secara harfiah atau syariah. “Zakat itu bisa berarti mensucikan, bisa artinya barokah. Tidak ada istilahnya bayar zakat itu bisa bikin miskin,” ungkapnya.

Sejauh ini Baznas Lumajang bisa mengelola dana zakat dengan baik dan amanah. Hal itu dibuktikan dengan hasil audit laporan yang dinilai tidak ada masalah. Baik dari auditor independen maupun dari auditor syariah.

Dengan begitu, Ia pun berharap para ASN di Lumajang bisa mempercayakan pembayaran zakat penghasilan 2,5 persen ke Baznas tiap bulan. Apalagi Bupati Lumajang, Thoriqul Haq juga telah membuat himbauan terkait ini.

Baznas melaporkan di tahun ini, hingga Agustus, zakat yang terkumpul dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mencapai Rp 275 juta. Sedangkan infaq dan sodaqoh terkumpul Rp 39 juta.

Jumlah tersebut didapat dari 5.847 muzakki kalangan ASN dan 1.297 tenaga honoror. Namun jumlah yang didapat masih dinilai jauh dari potensi yang seharusnya bisa diraih. Karena Baznas memperkirakan, potensi hingga Agustus 2019 bisa mencapai Rp 537 juta.

“Sedangkan total pendapatan keseluruhan hingga Bulan Agustus 2019 mencapai Rp 3,3 miliar,” pungkasnya. (fit)