Baznas Lumajang Dapat Opini WTP dari Auditor Independen

Lumajang, Motim - Laporan keuangan Badan Amil Zakat (Baznas) Lumajang telah diaudit oleh pihak auditor independen. Hasilnya, laporan pada tahun 2017 dan 2018 dinyatakan tidak ada masalah dan mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Baznas mendapat Opini WTP
Baznas mendapat Opini WTP
Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Hasan Sanusi menyampaikan, pihak yang melakukan audit dari Kantor Akuntan Publik, Habib Basuni & Heryadi. Mereka melakukan proses audit yang cukup lama. Yakni sekitar 2 bulan. Karena audit dilakukan secara detail.

“Benar-benar detail. Sangat detail sekali. Detail per transaksi, per rupiah dilihat. Jadi gak bisa main-main terkait ini,” katanya pada Memo Timur, Rabu (18/9). Hasil audit itu diserahkan langsung oleh Habib Basuni pada H. Atok di Kantor Sekretariat Baznas Lumajang.

Setelah mendapat Opini WTP ini, artinya Baznas dalam mengelola dana umat sudah sesuai dengan amanah. “Apa yang kita kelolah harus sesuai rel, transparan, akuntabel,” kata H. Atok saat ditemui di kantornya.

Dengan diraihnya Opini WTP ini, Ia berharap kepercayaan masyarakat pada Baznas Lumajang lebih besar lagi. Sehingga berdampak pula pada jumlah zakat, infaq, dan sodaqoh yang akan terkumpul nantinya.

“Opini ini menjadi modal bagi Baznas di dalam memperoleh trust (kepercayaan) masyarakat untuk membayar zakatnya melalui Baznas,” ujar dia.

Audit memang wajib dilakukan pada semua Baznas di kota/kabupaten maupun provinsi. Sesuai instruksi dari Baznas pusat. “Sehingga kita patuh terhadap aturan itu. Pada prinsipnya adalah kita diaudit itu, untuk melihat kepatuhan kita pada pengelolaan dana,” ucapnya.

Selain dari auditor independen, laporan Baznas Lumajang juga telah diaudit oleh auditor syariah dari Kementerian Agama Jawa Timur. Hasilnya pun juga sama, Baznas mendapat opini yang paling baik.

“Kita tidak diperiksa BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Kita kan lembaga, yayasan. Tapi kita juga diaduit syariah, jadi dana yang kita kumpulkan benar gak disalurkan sesuai syariat. Kita juga mendapat opini terbaik, opini A,” jelas H. Atok.

Pada 2017 dana yang terkumpul di Baznas mencapai Rp 4,6 miliar. Sedangkan pada 2018 mencapai Rp 4,7 miliar. Baznas juga akan berkomitmen, kedepan layanan yang diberikan lebih baik lagi.

“Kita harapkan dampak dari perolehan Opini WTP berdampak untuk meningkatkan layanan kita pada pembayar zakat, pendistribusiannya. Kita semakin baik, kita pertahankan itu,” pungkasnya. (fit)