Desa Harus Bisa Lebih Berinovasi

Bursa Inovasi Desa. (fit) 
Lumajang, Motim - Bursa Inovasi Desa Kabupaten Lumajang Cluster I digelar, Selasa (17/9) di Pondok Asri. Hasil pengambilan vidio inovasi desa dari perwakilan 10 kecamatan telah ditampilkan dalam kesempatan itu.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq juga datang langsung dalam acara tersebut. Setelah melihat inovasi-inovasi itu, Ia meminta setiap desa bisa lebih berinovasi ke depan. Bupati menekankan pada kepala desa agar aktif mencari informasi untuk membuat inovasi yang bagus.

“Pak Inggi (kades) kan punya hape semua. Hapenya bisa dibuat nyari informasi itu di google. Cari inovasi di desa. Tinggal ditiru. Jangan nonton youtube saja, gak papa nonton youtube tapi yang inovasi desa,” katanya pada acara yang dihadiri para kades dari 10 kecamatan itu.

Lanjutnya, pendampingan di desa-desa juga perlu terus dilakukan dari pihak kabupaten maupun kecamatan. Agar desa tersebut bisa mendapatkan inovasi. Atau dibantu untuk peningkatan inovasi tersebut.

Bupati menegaskan, ada perbedaan antara inovasi dan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pihak desa. “Bangun irigasi wajib, itu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Jangan berinovasi rabat beton. Inovasi itu pengembangan dari kewajiban yang harus kita lakukan,” katanya.

Dari sekian inovasi yang ada itu, Thoriq mengapreasiasi inovasi yang ada di Desa Alun-alun Kecamatan Ranuyoso. Yakni usaha air mineral isi ulang yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Karena sumber air itu banyak di Lumajang. Ini adalah salahsatu hal yang bisa dijadikan inovasi,” ujarnya. Namun di kawasan Desa Alun-alun kesulitan mendapat akses air. Dengan adanya usaha tersebut, tentu masyarakat akan lebih mudah mendapat air minum. (fit)