Gunung Lemongan Masih Rawan Terbakar

Lumajang, Motim - Selain di Gunung Semeru, kebakaran juga masih rawan terjadi di Gunung Lemongan. Pada tahun ini saja, sejumlah kebakaran telah terjadi. Meskipun titik api tidak begitu parah dan mudah ditangani dengan cepat.
Gunung Lemongan
Gunung Lemongan
Asisten Perhutani (Asper) BKPH Klakah, Soebagio Aries menyatakan, menyebut, dari semua wilayahnya, memang Gunung Lemongan yang paling rawan terjadi kebakaran. “Tapi alhamdulillah, sempat terjadi di beberapa titik, dengan cepat ditangani,” katanya.

Menurutnya, penanganan bisa dilakukan dengan cepat, karena masyarakat sekitar yang aktif melaporkan kejadian di sana. “Karena adanya laporan masyarakat dan peran serta masyarakat dan untuk membantu sehingga tidak sampai terjadi kebakaran yang luas,” ujarnya.

Namun untuk di tahun ini ada penurunan luasan yang terbakar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Kalau kemarin tahun 2018 itu sempat kita laporkan sekitar 500 hekater terbakar,” ucapnya.

Lanjutnya, penyebab kebakaran di Gunung Lemongan adalah banyak tanaman-tanaman yang kering dan mudah terbakar. “Tanaman-tanaman di sana berupa ilalang yang mudah terbakar,” ucap Soebagio Aries.

Di tahun ini, kata dia, penurunan sangat drastis. Ia memperkirakan, kebakaran di tahun ini total tidak mencapai 5 hektare. “Jadi penurunannya itu sangat signifikan,” jelasnya. Hal ini karena antisipasi yang dilakukan pihaknya lebih ditingkatkan.

“Begitu ada titik api, teman-teman langsung ke lokasi, memadamkan dan itu yang penting adalah peran serta masyarakat,” ucapnya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat, agar tidak melakukan hal-hal yang memicu kebakaran. “Masyarakat jangan sampai melakukan pembersihan lahan dengan dibakar. Kemudian jangan mudah membuat api unggun tanpa ada perencanaan yang bagus,” pungkasnya. (fit)