Hiu Terdampar Sudah Dikubur, Diskan Ungkap Penyebab Kematiannya

Lumajang, Motim - Bangkai hiu yang terdampar di kawasan pantai selatan di Lumajang akhirnya dikubur, Rabu (11/9). Warga setempat, pihak pemerintah desa, kecamatan, kepolisian, TNI, dan lainnya saling bahu-membahu untuk mengubur bangkai tersebut.
Proses penguburan bangkai hiu
Proses penguburan bangkai hiu
Sementara Kepala Dinas Perikanan Lumajang, Agus Widarto telah menyampaikan dugaan penyebab kematian hiu tutul itu. Ia juga menyebut fenomena hiu maupun paus terdampar di pantai itu hal biasa.

Agus menejelaskan, jika pantai selatan atau utara di Jawa ini adalah jalur migrasi hiu, untuk berpindah dari tempat makan sebelumnya ke tempat yang baru. Dalam migrasi itu, hiu itu selalu bergerombol. Namun dalam perjalanan ada diantaranya yang bisa terpisah.

“Jadi fenomena ini bisa terjadi setiap tahun. Ini kan bergerombol, mungkin ada satu hiu yang sakit atau tua, kemudian tertinggal. Kondisinya kan lemah, sehingga terbawa ombak dan terdampar ke pantai,” katanya pada Memo Timur.

Ia menjelaskan, bangkai ini memang perlu secepatnya dikubur. Karena bangkai tersebut mengandung bakteri. Kemudian, karena hiu ini dilindungi, maka tidak boleh ada yang mengambil daging atau bagian tubuh lainnya.

“Ini hiu yang dilindungi. Harus segera dikubur. Khawatir nanti ada fitnah yang ngambil siripnya atau apanya,” ucapnya.

Dalam fenomena kali ini, penanganan terhadap bangkai hiu itu memang dilakukan oleh pihak dari kabupaten. Namun peristiwa ini sudah dilaporkan ke Dinas Kelautan Provinsi, BKSDA, dan pihak terkait lainnya. (fit)