Ketangkap Warga, Copet Nyaris Dihakimi Massa

Lumajang, Motim - Terjungkal dari atas sepeda motornya, seorang pelaku copet hand phone ditangkap warga dan nyaris menjadi bulan-bulanan warga. Beruntung, petugas dari Polsek Kota segera tiba di lokasi lalu mengamankan pelaku.
Pelaku diamankan polisi
Pelaku diamankan polisi
Turut diamankan petugas sebuah handphone merk Samsung J5 dan alat sarana berupa sepeda motor Honda Beat Nopol N 2714 ZV serta pakaian yang digunakan pelaku.

Pelaku copet itu adalah Holip Kuswanto bin Supiyo (32), warga Dusun Paleran, Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung. Kini pelaku sudah dititipkan ke rumah tahanan Polres Lumajang.

Sedang korbannya bernama Siti Umi Hanik (44), warga Dusun Tulus Rejo, Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh.

"Kejadiannya di jalan Veteran, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, tadi siang sekira pukul 11.00 Wib," kata Kapolsek Kota Lumajang, Ipda Darmanto.

Awalnya, sekira pukul 10.45 Wib, korban selesai dari melaksanakan kegiatan rapat di sekolah SMKN 02 Lumajang di jalan Gajah Mada, korban menelpon temannya dengan menggunakan handphone tersebut dengan maksud akan membeli makan. Usai menelpon korban menaruh handphone di laci dasbord motornya.

Korban melanjutkan perjalanan sendirian dengan mengendarai sepeda motor untuk menemui temannya di jalan Kyai Ghozali. Saat dalam perjalanan dari arah barat di pertigaan Hotel Lumajang, tiba-tiba dari arah belakang ada pelaku mengendarai sepeda motor dan saat posisi sejajar, pelaku langsung mengambil handphone milik korban terus kabur.

Mengetahui hal itu, korban langsung mengejar sambil berteriak "Copet-copet”. Teriakan korban mengundang perhatian warga lalu bersama melakukan pengejaran.

Saat melintas di jalan Kolonel Suwigyo, sepeda motor pelaku oleng dan jatuh. Warga yang mengejarnya pun langsung menangkapnya. "Untung kami bersama anggota segera datang. Jika tidak, mungkin dihakimi massa mas," ungkapnya.

Saat diperiksa kata Kapolsek pelaku mengaku baru sebulan pulang merantau dari Negara Malaysia menjadi kuli bangunan. Pelaku juga mengaku jika sebelumnya tidak pernah melakukan aksi kejahatan apapun.

Meski demikian, pihaknya tidak percaya begitu saja terhadap pengakuan pelaku dan tetap akan melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

"Masih kami kembangkan, siapa tahu ada TKP lain," pungkas Ipda Darmanto.(cho)