Kubu Irawan Berencana Boikot Pilkades Dawuhan Lor

M. Arif dari kubu Irawan. (cho) 
Lumajang, Motim - Kubu Irawan, bakal calon yang gagal mendaftar di Pilkades Dawuhan Lor Kecamatan Sukodono berencana melaksanakan aksi boikot di waktu pencoblosan nanti. Hal itu dilakukan, jika tuntutan mereka, agar meloloskan Irawan atau membuka pendaftaran ulang tidak dikabulkan.

Karena hingga saat ini masih belum ada keputusan secara pasti terkait permasalahan tersebut. Salahsatu pendukung Irawan, M. Arif menegaskan, pihaknya masih menunggu keputusan itu. “Jika (keputusan) tidak sesuai harapan, akan ada boikot,” katanya, Selasa (17/9).

Ia menjelaskan, rencana boikot itu bukan dari dirinya, melainkan dari masyarakat khususnya pendukung Irawan. Boikot yang dimaksud, akan banyak masyarakat yang tidak akan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos alias menjadi golongan putih (golput).

“Kehendak masyarakat seperti itu. Saya hanya merespon suara-suara di masyarakat,” ucapnya.

M. Arif menegaskan, ketika angka partisipasi rendah atau sampai di bawah 50 persen, bisa mempengaruhi hasil Pilkades nantinya. Hasil Pilkades Dawuhan Lor bisa dibatalkan karena tidak memenuhi syarat.

“Menurut aturan, tingkat partisipasi masyarakat minimal 50 persen+1 bisa sah jadi kades. Ketika tingkat partisipasi kurang dari itu, bisa batal. Harus ada Pilkades ulang,” ucapnya.

Sedangkan menurutnya, banyak masyarakat Dawuhan Lor yang mendukung Irawan. Sehingga mereka kecewa ketika ada kabar jika Irawan gagal mendaftar Pilkdes. “Banyak pendukung, alhamdulillah seperti itu,” katanya.

Pihaknya telah melayangkan surat pengaduan kepada Bupati Thoriqul Haq untuk menyelesaikan ini. Mereka juga menilai, gagalnya Irawan karena kesalahan panitia. “Masyarakat juga meminta untuk dibatalkan pendaftaran saat ini dan membuka pendaftaran ulang,” pungkasnya. (cho)